oleh

PMJ Akan Gelar Diskusi Bersama Media Massa

JAKARTA, Beritapublik.co.id – Perhimpunan Mahasiswa Jakarta (PMJ) bersama kantor berita online beritapublik.co.id berencana akan menggelar Diskusi bersama media massa dengan mengangkat tema “Peran Media Massa dan Millenial Dalam Mengawal Pemerintahan Jokowi-Maruf”, kegiatan sendiri akan dilPMJ Akan Gelar Diskusi Bersamaaksanakan pada 19 November 201PMJ Akan Gelar Diskusi Bersama9 di Roti Bakar Ghifari, Tebet, Jakarta Selatan.

Akan hadir sebagai Narasumber yaitu Helmi Fajar Andrianto, MISD(Plt. Kabag Pelayanan Informasi Biro Humas Kekominfo), Kesit B Handoyo (Sekretaris PWI Jaya), Karyono Wibowo (Pengamat Politik) dan Reza Fahlevi (Penggiat Millenial/The Jakarta Institute), Peri Sanjaya (Akademisi Fisip UBK).

Menurut Ketua Panitia, Rahmat Hidayat mengatakan, bahwa kegiatan ini dilakukan dalam rangka mengajak kaum millenial dan masyarakat untuk bersama-sama menjaga dan mengawal pemerintahan Jokowi-Maruf agar berjalan aman dan efektif sehingga hasil kerjanya bisa dirasakan oleh masyarakat,” ujurnya kepada awak media di Jakarta, Senin, (17/11).

Oleh karenanya, lanjutnya, kita sebagai generasi bangsa perlu menyebarkan kesejukan dan kedamian untuk kemajuan bangsa kita dengan tujuan untuk mengawal pemerintahan ini, terlebih Jokowi-Ma’ruf dipilih oleh sekitar 85,6 juta orang” jelasnya.

Rahmat juga mengajak agar semua elemen masyarakat bergandengan tangan untuk tetap menjaga persatuan dan kebersamaan dengan tujuan mengawal pemerintahan agar on the track, apalagi dalam pidato kenegaraa Presiden Jokowi menyatakan 5 hal yang akan menjadi prioritas pemerintahan yaitu pembangunan kualitas sumber daya manusia Indonesia. Kedua, melanjutkan pembangunan infrastrukstur. Ketiga, penyederhanaan kendala birokrasi. Keempat, Reformasi birokrasi. Dan kelima transformasi ekonomi.

“Jika kita perhatikan dengan adanya program kerja tersebut, mari kita kawal dan diharapkan Indonesia dapat menjadi negara maju yang ditengah persaingan dunia yang semakin kompetitif,” jelasnya.

Mahasiswa Hukum Univ. Islam Assafiyah ini juga menjelaskan bahwa target nasional untuk menjadikan Indonesia maju harus mendapat dukungan dari segenap pihak meskipun target pembangunan tersebut masih dibayangi sejumlah persoalan antara lain, polarasi politik pasca Pemilu, Sentimen SARA, hoaks, hingga ancaman ideologi radikal dan paham khilafah,” Ungkap Rahmat.

BACA JUGA :  KH. Fatur Rahim Resmi Jadi Ketua DPW IPI Bali

Makanya ia meminta agar masyarakat dan mahasiswa datang dalam diskusi yang mencerdaskan tersebut agar bisa bersama-sama menjadi pelopor perubahan.

“Ayo kita datang, Insya Allah akan dapat manfaat dari para narasumber, apalagi diskusi tersebut gratis dan sangat mendidik,” ungkapnya. (Mat)