oleh

Awas! Beredar Surat Palsu Tentang Pengangkatan PNS

JAKARTA, Beritapublik.co.id – Surat palsu yang bernomor 257/01/2021 mengatasnamakan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) Tjahjo Kumolo kembali beredar luas di kalangan masyarakat.

Isi dalam surat tersebut memuat terkait informasi menyesatkan bahwa seolah-olah Menteri PANRB mengangkat tenaga guru honorer, tenaga administrasi, penyuluh pertanian, dan tenaga honorer kesehatan berusia 35 tahun ke atas menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS) tanpa melalui tahapan tes.

Selain itu, pengangkatan tenaga honorer umur 35 tahun ke atas dilakukan pada Jumat, (15/1) pukul 10.00 WIB dan berlokasi di Ruang Rapat Komisi X RI Senayan Jakarta.

Kepala Biro Hukum, Komunikasi, dan Informasi Publik Kementerian PANRB Andi Rahadian menegaskan, secara kasatmata tulisan pada surat palsu tersebut mudah dikenali.

“Jika dilihat dengan saksama, isi dan format penulisan surat menunjukkan secara jelas bahwa surat tersebut palsu. Hal ini mudah dikenali dari kesalahan ketik yang tidak sesuai dengan Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia (PUEBI). Terdapat pula kejanggalan pada nomor surat, jenis dan ukuran huruf yang tidak seragam, serta format penulisan yang tidak sesuai dengan format surat baku yang berlaku di Kementerian PANRB,” jelas Andi di Jakarta, Rabu, (20/1).

Andi menambahkan, surat palsu sejenis itu pernah beredar pada tahun 2020.
Pelaku masih mencantumkan nama yang sama untuk melakukan konfirmasi pada surat palsu tersebut, yakni Drs. Heru Purwaka. Hanya saja, kata Andi, nomor WhatsApp yang tercantum telah diubah menjadi 083837957666.

“Dilihat dari segi fisik tulisan pada surat palsu tersebut, pelaku hanya mengganti nomor surat, tanggal surat, dan tempat saja. Selebihnya isinya tidak jauh berbeda dengan surat palsu yang pernah beredar pada tahun lalu. Kami pastikan dan tegaskan surat ini palsu/hoaks, sehingga isi surat tersebut sama sekali tidak benar dan tidak dapat dipercaya. Karena, Menteri PANRB tidak pernah mengeluarkan surat tersebut,” tegasnya.

Andi mengimbau agar masyarakat selalu berhati-hati dalam menerima informasi, terlebih jika mengatasnamakan Kementerian PANRB dan meminta sejumlah imbalan.

“Selalu waspada dan selektif atas informasi yang beredar dengan cara mengecek kebenaran informasi tersebut kepada Kementerian PANRB,” pungkasnya. (Nil/Len)

BACA JUGA :  BPJS Kesehatan Gelar Pertemuan Mentoring Spesialis TB

Komentar

Tinggalkan Balasan

News Feed