JAKARTA – Kehadiran SEAMEO Centre for Early Childhood Care and Education and Parenting (SEAMEO CECCEP) sebagai lembaga pengembangan pendidikan anak usia dini dan pendidikan keluarga sangat diharapkan peran aktifnya dalam penuntasan pendidikan anak usia dini di Indonesia khususnya, umumnya di ASEAN. Pasalnya, SEAMEO CECCEP merupakan center atau pusat kajian dan pengembangan Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Keluarga untuk kawasan ASEAN.
“SEAMEO CECCEP dibentuk untuk merealisasikan program pertama dari 7 (tujuh) program prioritas SEAMEO, yaitu tercapainya pendidikan universal pendidikan anak usia dini (PAUD) dengan target anak-anak dari keluarga miskin, anak-anak yang tinggal di pedesaan, etnis yang termarjinalkan, serta anak-anak berkebutuhan khusus,” kata Dirjen PAUD dan Dikmas Kemendikbud, Harris Iskandar pada Jumat (06/10).
Harris menegaskan bahwa untuk pelaksanaan SEAMEO CECCEP maka tanggal 14 September 2017 yang lalu, telah dilaksanakan penandatangan Nota Kesepahaman (MoU) antara Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia yang dikuasakan kepada Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Masyarakat dengan Rektor Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), dan dengan Rektor Institut Pertanian Bogor (IPB) khusus untuk bersama-sama mengelola SEAMEO CECCEP.
Dengan telah diakuinya SEAMEO CECCEP, lanjut Harris, sebagai sebuah organisasi baru di kawasan Asia Tenggara, keberadaan Centre ini akan menjadi kebanggaan sekaligus tantangan bagi kita semua. Kebanggaan tersebut akan terwujud apabila seluruh stakeholders PAUD dan Pendidikan Keluarga dapat menjalin kerja sama untuk sama-sama menjadikan SEAMEO CECCEP besar dan berguna bagi bangsa Indonesia dan bangsa-bangsa di kawasan Asia Tenggara.
“Diharapkan seluruh mitra PAUD dan Pendidikan Keluarga berkenan melaksanakan penandatanganan Nota Kesepahaman seperti yang telah dilaksanakan dengan kedua perguruan tinggi tersebut. Sehingga pendidikan anak usia dini berkualitas serta pendidikan keluarga dapat terwujud di Indonesia, dan kawasan ASEAN,” harapnya.
Sementara Dr.Dwi Priyono M.Ed, wakil ketua Gugus Tugas Sekretariat SEAMEO CECCEP, menjelaskan bahwa untuk meningkatkan peran serta segenap lapisan, terutama stakeholder pendidikan anak usia dini, maka pihaknya terus melakukan sosialisasi dan komunikasi agar terwujud gagasan, program dan kegiatan demi kemajuan SEAMEO CECCEP.
“Sejak resmi didirikan Juli lalu, kami terus melakukan sosialisasi program dan berbagai hal terkait SEAMEO Ceccep kepada stakeholder pendidikan anak usia dini dan pendidikan keluarga,” ujar Dwi.
Dwi memaparkan selain sosialisasi, pihaknya juga mengumpulkan stakeholder untuk meminta masukan dan saran terkait keberadaan SEAMEO CECCEP. Adapun kegiatan Sosialisasi ini dilaksanakan dalam bentuk kegiatan tatap muka selama 1 (satu) hari ke 34 Provinsi di Indonesia dengan terlebih dahulu memberitahukan Dinas pendidikan provinsi, dinas pendidikan kabupaten/kota, lembaga pengembangan pendidikan, organisasi mitra serta instansi terkait. Dengan materi yang akan diberikan pada kegiatan Sosialisasi ini, berupa pengenalan SEAMEO dan SEAMEO-CECCEP, rogram 5 (lima) tahun SEAMEO-CECCEP, kebijakan penyelenggaraan Program PAUD, kebijakan penyelenggaraan Program Pendidikan Keluarga.
“Kami ingin semua stakeholder baik lokal maupun regional untuk memberi masukan dan saran. Sehingga kehadiran SEAMEO CECCEP benar-benar dirasakan manfaatnya untuk perkembangan dan kemajuan pendidikan anak usia dini dan pendidikan keluarga,” harap Dwi.
Seperti diketahui, SEMEO CECCEP resmi berdiri pada 27 Juli 2017 dalam konferensi SEAMEO ke-49, yang dihadiri menteri-menteri pendidikan ASEAN di Jakarta. Juga dihadiri perwakilan dari delapan negara anggota SEAMEO Associate: Australia, Kanada, Prancis, Jerman, Belanda, Selandia Baru, Spanyol dan Inggris (Inggris); Tiga Anggota Afiliasi: Dewan Internasional untuk Pendidikan Terbuka dan Jarak Jauh (ICDE), Universitas Tsukuba, British Council, dan Asosiasi Pendidikan China untuk Bursa Internasional (CEAIE).
Sejak resmi berdiri, kata Dwi, tim gugus SEAMEO CECCEP secara simultan melakukan sosialisasi. Di antaranya diselenggarakan di Medan untuk Regional I, Makasar, Surabaya, dan Bandung. Untuk tingkat provinsi diikuti seluruh kepala dinas kabupaten/kota, pengurus Himpaudi, serta organisasi kemasyarakatan yang konsen dalam dunia pendidikan seperti Fatayat NU, Aisiyah dan lainnya.
Sementara tingkat nasional dan regional diikuti oleh organisasi tingkat nasional, badan dan lembaga seperti UNICEF, World Bank, USAID.
“Melalui seluruh rangkaian kegiatan sosialisasi SEAMEO-CECCEP ini diharapkan semua instansi pendidikan dan pemerintah, lembaga pengembangan pendidikan serta organisasi mitra dan orgnisasi yang terkait dengan pengembangan pendidikan anak usia dini dan pendidikan keluarga, memiliki pemahaman, kesiapan dan komitmen untuk melaksanakan tujuan SEAMEO-CECCEP 2017-2022 secara tuntas dan maksimal, sehingga hasilnya diharapkan dapat meningkatkan kualitas pendidikan anak usia dini dan pendidikan keluarga dikawasan Asia Tenggara,” pungkas Dwi. (*)









