oleh

Dukung Program Pemerintahan Pusat, JLJ Sosialisasikan GNNT

KOTA BEKASI – Jalan Tol Lingkar Luar Jakarta (JLJ) adakan pertemuan dengan pelanggan dalam rangka Sosialisasi Gerakan Nasional Non Tunai (GNNT) sekaligus mendukung program pemerintahan pusat.

Banyak keluhan dari para pelanggan terkait Masih adanya gardu tol di Jakarta Outer Ring Road (JORR) belum dilengkapi mesin pembaca (reader) transaksi elektronik di bagian atas, khusus kendaraan golongan II sampai V. Akibatnya, para sopir kendaraan besar masih mengandalkan petugas tol tiap akan melakukan transaksi. Sehingga tak jarang mereka turun dari kendaraan untuk menempelkan kartu elektroniknya saat melakukan transaksi.

Menanggapi berbagai keluhan dari para pelanggan, Direktur Utama PT JLJ Ricky Distawardhana mengungkapkan permohonan maaf atas ketidaknyamanan para pelanggan, dan dia berjanji pada bulan Oktober seluruh gardu di JORR akan di adakan reader.

“Kita targetkan akhir Oktober ini seluruh gardu di JORR sudah ada reader di bagian atasnya,” kata Direktur Utama PT Jalantol Lingkarluar Jakarta (JLJ), Ricky Distawardhana saat ditemui usai sosialisasi Gerakan Nasional Non Tunai (GNNT) di kantornya, Selasa (10/10).

Pihaknya, lanjut Ricky, saat ini baru memiliki enam unit gardu yang dilengkapi Gerbang Tol Otomatis (GTO) multi. Gerbang ini, kata dia, telah dilengkapi alat reader transaksi elektronik di bagian atasnya, sehingga bisa memudahkan pengemudi kendaraan besar untuk bertransaksi elektronik.

“Masing-masing gardu itu berada di tiga gerbang, yakni gerbang tol Pulogebang, Rorotan dan Cikunir,” ujar Ricky.

Berdasarkan data dari JLJ, jumlah gerbang di ruas tol sepanjang 65 kilometer ini mencapai 38 unit. Jumlah itu terdiri dari 88 gardu semi otomatis (GSO), 69 GTO single, enam GTO multi, sehingga bila ditotal ada 169 gardu.

Sementara jumlah laporan harian (LHR) pengguna transaksi elektronik di ruas tol JORR mencapai 325.415 kendaraan. Lalu untuk pembayaran tunai mencapai 121.458 kendaraan. Bila dipersentasekan, jumlah penetrasi transaksi elektronik mencapai 73 persen, sedangkan transaksi tunai mencapai 27 persen.

BACA JUGA :  Puri Nirwana Residences Hadirkan 1500 Rumah Subsidi Rasa Bintang Lima

Menurut Ricky, sebetulnya JLJ telah menerapkan sistem pembayaran elektronik sejak tahun 2008 lalu. Bahkan pada tahun 2013, seluruh gerbangnya telah memiliki beberapa GTO namun hanya bisa dilalui oleh kendaraan golongan I.

Sementara, Direktur Teknik dan Operasi PT JLJ, Satria Ganefanto menambahkan, sejak dicanangkannya GNNT oleh pemerintah pusat pada Juli 2017 lalu, pihaknya langsung membenah diri. Salah satunya adalah melengkapi sarana dan prasarana yang ada, dengan melengkapi GTO multi, sehingga kendaraan besar bisa menggunakan transaksi elektronik tanpa hambatan.

“Meski baru ada tiga gerbang yang menerapkan GTO multi, namun para sopir tidak kesulitan karena petugas sudah dikerahkan untuk membantu mereka bertransaksi,” kata Satria.

Di samping itu, kata dia, lembaganya juga gencar mensosialisasikan sistem pembayaran elektronik melalui media spanduk dan pamflet secara periodik. Dengan harapan, para pengendara bisa teredukasi sehingga penerapan transaksi elektronik pada 31 Oktober nanti bisa terlaksana 100 persen.

“JLJ sudah menyepakati komitmen bersama dengan pihak bank yang tergabung dalam Himbara, yaitu Bank Mandiri, BNI, BRI, BTN dan BCA,”pungkasnya.

Sekedar diketahui, bahwa tidak ada PHK terhadap karyawan layanan transaksi dengan adanya kebijakan elektronifikasi. (Nil)

News Feed