oleh

Neni: RS Mitra Keluarga Dianggap Tidak Profesional Dalam Pelayanan

KOTA BEKASI – Orangtua Pasien Neni Indriyani merasa sangat kecewa atas pelayanan pihak RS. Mitra Keluarga, Bekasi Barat yang tidak profesional. Pasalnya, sang buah hati yang berusia 1 tahun 11 bulan bernama Rafa Fairuz ini, akan di operasi berdasarkan kesepakatan perjanjian pada Jumat, (20/10) pukul 18.00 WIB. Namun, ironisnya hal tersebut tidak sesuai dengan Harapan. Bahkan tidak ditepati dan tidak diberikan kepastian yang jelas.

Sebelum Operasi akan dilakukan, pihak orangtua sudah memenuhi syarat melunasi administrasi mulai dari Dp senilai Rp3 juta, sedangkan untuk harga operasi sebanyak  Rp11.232.000.

“Kamar  VIP  Rp1,790.000 /hari, pemeriksaan Laboratorium  Rp 1,950.000, biaya obat dan lainnya  Rp722 ribu.

“Jujur saya sebagai orangtua pasien sangat menyayangkan pelayanan dari RS. Mitra Bekasi ini, padahal persyaratan administrasi untuk operasi anak sudah dilunasi. Namun, perjanjian operasi anak saya tidak jelas dan meleset diluar perjanjian,” ungkap kekecewaan Neni Indriyani saat dikonfirmasi di Rumah sakit.

Disampaikan warga yang berlokasi di jalan pembina Raya, Kelurahan Pengasinan, Kecamatan Rawalumbu, Kota Bekasi ini mengaku, merasa  dipermainkan oleh pihak RS. Mitra Keluarga Bekasi Barat dengan pelayanan yang buruk.

“Semua pelayanan RS. Mitra Bekasi Barat ini sudah menyalahi SOP, mereka kasih perjanjian jam operasi pukul 18.00 meleset belum ada tindakan,” tambahnya.

“Sementara itu, sebelum anak saya dioperasi telah mengikuti peraturan dokter yang diberikan untuk puasa lima jam, setelah jam operasi ditentukan anaknya tidak boleh buka puasa dan sudah melewati tujuh jam,” paparnya.

Dari pantauan malam ini, setelah Neni berteriak – teriak karena tidak dikasih kepastian jam oprasinya, pihak RS, kepala perawat pun datang, namun lagi – lagi dipermainkan. Disuruh nunggu lagi setengah jam. Rumah sakit mitra bekasi barat ini sangat keterlaluan, anak saya sudah kelaparan tetap tidak boleh buka puasa oleh dokter. Sebagai ibu saya miris, tidak tega melihat anak kesakitan dan kelaparan. Saya sudah bayar lunas saja masih dipermainkan, apalagi sama pasien tidak mampu pasti dipermainkan lagi,” tutupnya dengan nada kesal.

BACA JUGA :  Peduli Kemajuan PERSIPASI, Rukun Jurnalis Bekasi Helat Diskusi

Hingga berita ini dilayangkan belum ada konfirmasi dari pihak rumah sakit dikarenakan Manager Rumah Sakit tidak berada di lokasi tersebut.(Ln)

News Feed