Masyarakat Indonesia memberikan ungkapan kasih sayang, cinta dan penghormatan terhadap hari ibu dengan lebih memperhatikan nasib kaum ibu dari sisi kesehatan.
Sejarah Hari Ibu
Perayaan hari ibu mengacu pada lahirnya Kongres Perempuan Indonesia pada tanggal 22 – 25 Desember 1928 di Yogyakarta. Dari sanalah sejarah hari ibu bermula. Sementara, penetapan hari ibu sendiri dimulai pada tahun 1959 oleh Presiden Sukarno melalui Dekrit Presiden No.316 tahun 1959.
Pada perayaan hari ibu kali ini, Pemerintah mengangkat tema “Perempuan Berdaya , Indonesia Jaya”. Tema ini tentu sangat relevan, mengingat pentingnya perananan seorang ibu.
Salah satu indikator yang menunjukan derajat kesehatan masyarakat Indonesia adalah kesehatan kaum ibu. Angka Kematian Ibu (AKI) adalah tolok ukur seberapa sehat masyarakat Indonesia.
Dimana AKI ini menunjukkan kemampuan dan kualitas pelayanan kesehatan yang ada. Kematian ibu sangatlah penting, diperhitungkan karena akan berpengaruh bagi kehidupan selanjutnya generasi yang akan datang.
Kematian ibu menurut WHO adalah kematian selama kehamilan, atau dalam periode 42 hari setelah berakhirnya kehamilan, akibat semua sebab yang terkait dengan atau diperberat oleh kehamilan atau penanganannya, tetapi bukan disebabkan oleh kecelakaan atau cedera. Ini berrati kematian yang terjadi pada saat kehamilan, masa persalinan dan masa nifas. Sesuatu hal yang tidak terjadi pada seorang laki-laki. Karena laki-laki tidak hamil dan tidak mempunyai resiko kematian seperti yang dialami oleh seorang ibu.
Data Profil Kesehatan Indonesia
Tahun 2016 menunjukkan angka kematian ibu berkisar 305/100.000 kelahiran hidup , data ini berasal dari hasil survey Penduduk antar Sensus (SUPAS) 2015. Angka ini sedikit menurun jika dibanding data SDKI 2012 dimana mencapai 320/100.000 kelahiran hidup. Dari angka tersebut bisa asumsikan sekitar 400 ribu ibu meninggal setiap bulan, dan 15 ribu meninggal setiap harinya, bisa diibaratkan juga seperti setiap menit terjadi kecelakaan pesawat yang penumpangnya adalah ibu hamil, bersalin dan nifas yang semua korban meninggal. Angka Kematian ibu di Indonesia juga menunjukkan situasi yang buruk dibanding negara – negara di Asia Tenggara lainnya.
Penyebab kematian ibu Indonesia
Pendarahan (32%), hipertensi 26% dalam kehamilan, dan sisanya adalah karena faktor hormonal, kardiovaskuler dan infeksi. Data lain menunjukkan adanya gizi rendah, obesitas, dan anemia adalah penyebab kematian ibu. Angka kematian ibu masih terkait dengan kemiskinan dan kepadatan penduduk .
Tingginya kematian diberbagai wilayah mencerminkan ketidak adilan dalam akses terhadap layanan kesehatan dan kesenjangan antara kaya dan miskin, selain itu keterbatasan ekononmi juga terkait dengan pemenuhan nutrisi selama kehamilan. Dari tahun 1990 pemerintah sudah mengupayakan berbagai program dalam rangka upaya kesehatan ibu yang antara lain Safe Motherhood Initiative,sebuha program yang memastikan semua wanita mendapatkan perawatan yang dibutuhkan sehingga selamat dan sehat selama masa kehamilan dan persalinan. Pada tahun 1996 ada Gerakan sayang ibu, tahun 2000 ada Making Pregnancy Safer.
Tahun 2012 pemerintah meluncurkan Emas Expanding Maternal and Neonatal Survaival untuk menurunkan angka kematian ibu. Gambaran upaya kesehatan saat ini adalah Pelayanan Kesehatan Ibu Hamil, Pelayanan Imunisasi Tetanus Toksid Wanita Usia Subur, Pelayanan Kesehatan Ibu Bersalin, Pelayanan Kesehatan Ibu Nifas, Kelas Ibu Hamil Dan Program Perencanaan Persalinan Pencegahan Komplikasi (P4k) Dan Pelayanan Kontrasepsi.
Pelayanan kontrasepsi yang dikenal dengan nama program KB bertujuan agar terbentuknya keluarga berkualitas dengan cara menjarangkan kehamilan, guna mengurangi angka kelahiran. Program KB ini dilakukan dengan menggunakan beberpa methode kontrasepsi. Meskipun penggunaan kontrasepsi tidak terbatas hanya pada perempuan, namun menurut data iIfodatin tahun 2014 pengguna alat kontrasepsi sebanyak 93,66% adalah perempuan, laki-laki hanya 6,34%, hal ini menunjukkan bahwa partisipasi laki-laki dalam penggunaan alat kontrasepsi masih sangat kecil, penggunaan kontrasepsi ini didominasi oleh kaum perempuan. Sedangkan tujuan keluarga Berencana adalah mewujudkan keluarga berkualitas, yang seharusnya dipikul tidak hanya oleh istri namun menjadi tanggung jawab bersaa oasangan.
Situasi kesehatan lainnya yang menimpa kaum ibu antara lain, tingginya kejadian kanker servik dan kanker payudara. Kanker servik merupakan penyebab kematian nomer 2 didunia Di Indonesia penyakit kanker servik dan kanker payudara merupakan penyakit kanker dengan prevalensi tertinggi tahun 2013, yaitu kanker serviks sebesar 0,8% dan kanker payudara sebesar 0,5%. Tentunya penyakit kedua kanker ini juga tidak menyerang laki-laki. Masalah kesehatan lainnya adalah penyakit HIV/AIDS, angka kejadian HIV /AIDS menunjukkan perempuan sebanyak 29%, laki-laki 54%, dan 17% tidak melaporkan jenis kelamin. Meskipun angka terbanyak pada penderita kaum laki-laki, namun pada data berdasarkan kelompok pekerjaan , penderita AIDS paling banyak adalah pada kelompok ibu rumah tanggga, yang kemungkinan ditularkan dari suami. Akhir –kahir ini juga marak terjadi kasus pemerkosaan, pelecehan seksualyang menimpa kaum wanita , yang merupakan ibu dan calon ibu bahkan anak-anak. Kasus kekerasan dalam Rumah tangga (KDRT) juga menjadi perhatian dimana catatan KOMNAS Perempuan sepanjang tahun 2016 ada 259.150 kekerasan terhadap perempuan. Belum lagi fenomena yang lain yaitu untuk pekerja seks komersial (PSK) di negara kita yang diidentikkan dengan kaum wanita dan pria sebagai konsumennya. PSK selama ini dituding sebagai salah satu perantara penularan penyakit kelamin atau penyakit menular seksual (PMS) yang diakibatkan hubungan seksual.
Meski era sekarang tentunya sudah marak penjajah seks tidak hanya kaum wanita namun kaum laki-laki pun sudah banyak, yang biasa disebut denganGay atau homo seks.
Melihat berbagai masalah yang menghigapi kaum perempuan, baik ibu dan calon ibu, sudah sepatutnya pada perayaan hari ibu di tahun 2017 inilah selain dengan ungkapan kasih sayang , rasa cinta dengan berbagai hadiah, kita perhatikan kesehatan dan kesejahteraan seorang ibu dengan mensukseskan program program upaya kesehatan peningkatan kesehatan ibu dan wanita Indonesia guna menghasilkan generasi penerus bangsa yang cerdas sehat dan berkualitas.
Oleh: Sudiyati, SST M.Kes, Mahasiswa Program Doktoral Ilmu Kesehatan Masyarakat FKM UI









