oleh

Dari Kotoran Kelelawar, Katar 08 Kayuringan Berhasil Menciptakan Pupuk Organik

KOTA BEKASI – Berbekal kotoran Kelelawar pemuda yang tergabung pada Karang Taruna RW 08 Kayuringin Jaya Bekasi berhasil menciptakan pupuk cair organik berbahan dasar kotoran kelelawar. Selain menciptakan pupuk cair dari kotoran kelelawar, Katar RW 08 juga memproduksi pupuk cair dari air lindi bekas sampah dan buah-buahan.

Waluyo, salah satu penggerak karang taruna RW 08 Kayuringin Jaya, Bekasi Selatan yang berhasil menciptakan produksi pupuk tersebut.

“Saya mencoba membeli kotoran kelelawar asli dari daerah Purworejo yang sering dipakai untuk menyuburkan tanaman durian, inovasi saya lakukan dengan memfermentasikan kotoran dan dicamour dengan beberapa bahan pupuk lain dan difermentasikan tanpa dicampur bahan kimia buatan,” ungkap Waluyo inisiator penggerak Karang Taruna RW 08 Kayuringin Jaya Kota Bekasi, Rabu (10/1).

Menurutnya, Cairan fermentasi inilah yang di produksi untuk keperluan sehari-hari para pecinta tanaman di daerah wilayah Bekasi Selatan.

“Selain harganya terjangkau, ternyata memang terbukti bisa menyuburkan tanaman, khususnya untuk bunga-bunga beraneka jenis dan hasil perkebunan,”

Produksi pupuk cair organik sambung Waluyo, yang berbahan dasar kotoran kelelawar ini sudah berjalan selama empat bulan produksi dan menghasilkan sekitar 100 botol pupuk cair organik yang dipakai oleh warga.

“Pupuk cair terbilang praktis saat pemakaian, tidak memakan biaya juga, karena dengan kuantitas yang sedikit bisa dipakai untuk berkali-kali dipakai dengan cara disemprotkan ke tanaman,” pungkasnya. (Nil)

BACA JUGA :  Di Desak Mundur dari Jabatannya, Ini Jawaban Pj Walikota Bekasi

News Feed