oleh

Kepulangan Habib Rizieq di Nanti Umat Islam

JAKARTA – Habib Rizieq Shihab dijadwalkan pulang ke Indonesia pada pertengahan bulan Febuari 2018. Kepulangannya dalam rangka menyambut agenda politik 2018, hal tersebut dikatakan Eggi Sudjana kuasa hukum persaudaraan alumni 212, saat konferensi pers di di Masjid Al-Ittidjad Tebet Jakarta Selatan, Sabtu, (27/01).

“Kepulangan Habib Rizieq karena permintaan umat Islam yang menghendaki pemimpinnya ada diatara umatnya. Apalagi dalam menghadapi pilkada serentak 2018 sementara banyak keputusan – keputusan yang harus diambil,” terang Eggi Sudjana.

Alumni 212
Musyawarah Nasional 1 Ulama, Tokoh dan Alumni 212 di Jakarta.

Selain itu, Eggi juga mengungkapkan bahwa Habib tidak pernah minta mau pulang, karena untuk menjaga hal-hal yang tidak diinginkan seperti sekarang ini, namun yang meminta Habib untuk pulang ialah umat islam.

“karena pemimpin mesti ada diantara kita, jangan diluar seperti ini. Sementara situasi untuk keputusan-keputusan politik begitu banyak,” katanya.

Jika dikaitkan dengan pilkada hari ini, ada 170-an kabupaten/kota dan 17 provinsi. Dan kepentingan kita adalah pemilik hak suara sebagai komunitas umat Islam.

“masa jadi penonton saja dan kita dipimpin oleh orang-orang yang gak bener,” ungkapnya.

Dalam memilih pemimpin dalam pilkada serentak Eggi merujuk kesuatu ayat Al-Quran dalam surat At Taubah ayat 23 yang mempunyai arti latin “bapak-bapak kamu, saudara-saudara kamu, kalau lebih mengutamakan kekafiran atas keimanan tidak boleh dipilih, dan jika dipilih juga maka kalian dzolim.

Dan Eggi juga berharap kepada Presiden, pihak Kapolri dengan segala hormat mengurus Negara Kesatuan Republik Indonesia dengan baik.

“kita masing-masing punya tugas, anda presiden, anda kapolri, kami aktivis, habib ulama, mari kita fungsional bersama membangun Indonesia sejahtera dan lebih baik,” pungkasnya. (Nil)

BACA JUGA :  Siloam Hospitals Hadirkan Tes Molekuler Isotermal Layanan Swab Covid-19 Terbaru

News Feed