KOTA BEKASI – Memperingati Hari Bumi dan Air, Komunitas Pecinta Alam (KPA) Cempala selenggarakan rapat dan pelantikan pengurus dan anggota baru. Mengkritisi Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bekasi, KPA Cempala menilai kurangnya perhatian Kepala DLH Jumhana Lutfi.
“Momen Hari Bumi beliau kayaknya kurang memberikan perhatian untuk lingkungan. Di acara kami, komunitas yang bergerak untuk lingkungan tidak mau hadir,” keluh Ketua KPA Cempala Afril Naldy, di Jatiasih, Kota Bekasi, Jawa Barat, Selasa (1/5).
Dia mengungkapkan, persoalan sampah di Kota Bekasi masih menjadi momok yang menakutkan. Jika persoalan sampah tidak segera ditindaklanjuti maka Kota Bekasi bisa dikepung sampah.
“Seharusnya ada gerakan dari DLH, minimal melakukan penyadaran kepada masyarakat agar lebih peduli pada lingkungan,” ujarnya.
Pada momen Hari Bumi KPA Cempala mengajak masyarakat sekitar di wilayah Kelurahan Jatimekar, Jatiasih hingga Kota Bekasi sadar akan kebersihan dilingkungan.
“Kita biasa bersinergis dengan warga, dari anak-anak sampai ibu-ibu kita ajak peduli kebersihan lingkungan,” tegas Naldhy.
Pada kesempatan rapat dan pelantikan KPA Cempala, sejumlah tokoh masyarakat hadir memberikan apresiasi seperti Ketua RT 04 Kampun Cakung Bapak Neman, Ketua RW 12 Kelurahan Jatimekar Husin Marhusin, dan Babinsa Kelurahan Jatimekar serta para tokoh Agama dan berbagai perkumpulan komunitas.
Selain itu juga tampak hadir perwakilan dari pihak kecamatan Jatiasih, Kelurahan Jatimekar Agus Sucipto, tokoh senior pemuda H. Ahmad Syahroni, Ketua KNPI Jatiasih.
Acara dimeriahkan oleh penampilan Pencak Silat (Seni Bela Diri Bayi Gombel Baba Asnam HK), dan dilanjutkan dengan orasi ilmiah dan pembukaan raker yang dipimpin oleh KH. H.Abdul Majid Khan. (Dien)









