oleh

Ini Tanggapan Walikota Bekasi Terkait KS NIK

KOTA BEKASI – Kartu Sehat Berbasis Nomor Induk Kependudukan (KS – NIK) yang dianggap sakti dapat membantu pelayanan kesehatan dengan bisa berobat secara gratis dan ditanggung Pemerintah, mulai dikhawatirkan.

Menanggapi keresahan masyarakat, Walikota Bekasi Rahmat Effendi angkat bicara, KS NIK ini bisa digunakan di 39 RS dalam Kota Bekasi dan 20 RS luar Kota Bekasi, jika ada rumah sakit yang menolak warga yang akan berobat terutama warga Kota Bekasi maka akan kita cabut izin operasi nya.

“Karena seyogyanya masyarakat itu membutuhkan kepastian dan kejelasan bukan untuk dibuat bingung dengan peraturan yang ada namun tidak menghilangkan proses yang sudah ada,” kata Walikota Bekasi, Saat Sosialisasi KS – NIK di Gedung Kesenian Rawalumbu Kota Bekasi, Kamis (7/11).

Selain itu, Wali Kota juga menekankan agar warga Kota Bekasi paham dengan pelayanan kesehatan, jika terjadi sakit ringan ataupun tidak berbentuk sakit kronis, cukup datang ke Puskesmas yang sudah tersedia, jika kronis bisa langsung ke rumah sakit milik Pemerintah ataupun rs swasta terdekat.

“Pelayanannya tidak ada yang berubah, jika pusing, sakit perut, sakit gigi, datang saja ke Puskesmas terdekat, akan dliayani sama dengan Rumah Sakit, mari kita tingkatkan antusias kepada Pelayanan Kesehatan di Puskesmas” tutur Rahmat

Rencananya, Pada tahun 2020 nanti warga Kota Bekasi jika ingin pergi kerumah sakit untuk berobat cukup menggunakan KTP Kota Bekasi karena sudah tersistem melalui NIK, dan akan terbentuk di tiap Rumah Sakit swasta juga akan memakai pelayanan seperti itu, cukup dengan E-KTP dan Kartu Keluarga yang bernomor induk di Kota Bekasi. (Mas)

BACA JUGA :  Warga Desa Pantai Makmur Menderita Lumpuh Layu, Pemerintah Kurang Melek?

News Feed