JAKARTA – Dianggap syarat dengan kepentingan politik. Sekda Kota Bekasi Reny Hendrawati yang belum lama dilantik, mendapat kecaman dari Gerakan Mahasiswa Bekasi (GMB) dengan melakukan aksi dikantor Ombusman Wilayah Jakarta Raya, Rabu (30/1).
“Karena pengangkatan Reny sebagai Sekda bentuk dari politik balas budi pada era sebelumnya,” ujar Koordinator Aksi GMB, Denis saat menyampaikan orasinya.
Denis sangat menyayangkan, pejabat yang terkena sanksi Mal-administrasi pelayanan publik menjadi sekda. Mereka meminta kepada Ombusman agar mengambil sikap tegas. Dalam pelaksanaan sangsi yang telah dijatuhkan kepada pejabat Kota Bekasi.
“Kami meminta agar Ombusman bersikap tegas terhadap pejabat yang mal-administrasi yang tidak patuh atas sumpah jabatanya,” geramnya.
Menurutnya, terpilihnya Reny merupakan coretan buruk dari rekrutmen PJT yang tanpa ada pertimbangan dari rekomendasi Ombusman yang notabanenya mengeluarkan surat rekomendasi terkait mal-administrasi dalam penghentian pelayanan bagi masyarakat.
“Dalam rekomendasi Ombusman Reny Hendrawati, selaku kepala BKPPD diberikan sangsi karena dianggap bersalah dalam penghentian pelayanan,” terangnya.
Sementara, Perwakilan Ombusman RI Jakarta Raya, Teguh Nugroho mengungkapkan, keprihatinanya melihat kebijakan pemkot Bekasi dalam hal pengangkatan Sekda Kota Bekasi tersebut. Sebab yang bersangkutan sedang bermasalah.
“Saya secepatnya akan melampirkan surat kepada Ombusman RI agar segera di proses melalui Kemendagri. Sehingga persoalan yang terjadi tidak berkepanjangan,” ungkapnya. (Ben)









