oleh

Dedi Mulyadi Ingatkan Para Penyelenggara Negara Agar Wujudkan Rasa Adil dan Aman Bagi Masyarakat

BANDUNG, Beritapublik.co.id – Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi menceritakan pengelolaan keuangan negara waktu Kepemimpinan Nabi Muhammad SAW masyarakat hanya di wajibkan membayar zakat yang dikelola melalui Baitul Maal tidak adanya pungutan pajak!. Tidak seperti sekarang Double pungutan anggaran.

Hal tersebut disampaikannya saat memberikan khutbah Idul Fitri di Gedung Sate, Kota Bandung, Senin (31/03).

“Kita hari ini para penyelenggara baik eksekutif dan legislatif memegang kapasitas memegang anggaran belanja negara baik APBN dan APBD. Yang paling mendasar adalah bagaimana anggaran tersebut terdistribusikan untuk mewujudkan rasa adil dan aman,” ucapnya.

Menurutnya, sedangkan kita hari ini memiliki double anggaran. Yang pertama BAZNAS yang mengelola keuangan melalui pembayaran zakat dan kedua negara melakukan pengelolaan keuangan melalui APBD.

Dibalik itu, sambungnya ada infaq dan  shodaqoh sesungguhnya jadi Indonesia ini adalah pungutan untuk rasa adil sangat banyak melebihi negara – negara lain.

“Tapi kenapa justru keadilan belum terwujud, kemiskinan belum tertangani, anak – anak tidak mampu sekolah, anak – anak kesulitan beli seragam, sementara banyak pungutan diberbagai tempat. Itulah yang dikatakan pengkhianatan, alangkah malunya kita dihadapan Allah berarti kita sebagai penyelenggara belum mampu memaknai secara paripurna,” ungkapnya. (Ndi/Af)

BACA JUGA :  Peningkatan Tata Kelola Pemerintahan, Pemkot Bekasi Adakan Pembekalan Operator

Komentar

Tinggalkan Balasan

News Feed