oleh

Tebar Kemanfaatan, Yayasan Padepokan Pandan Ireng Doakan Para Pahlawan Pejuang Kemerdekaan

KOTA BEKASI, Beritapublik.co.id – Satu Rasa Satu Jiwa Satu Marwah Berjuta Manfaat itulah yang menjadikan Yayasan Padepokan Pandan Ireng (YPPI) semakin memperluas kemanfaatannya dengan beragam kegiatan – kegiatan sosial yang dilakukan.

Hal tersebut diungkapkan Ketua Dewan Pembina YPPI, Abah Guru Maulana Syarifudin saat memberikan sambutan pada upacara Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke 81 Tahun di kantor YPPI, Kota Bekasi, Senin (17/08).

“Hadirnya kita semua hari ini tidak terlepas dari jasa para pahlawan yang telah berjuang demi kemerdekaan Republik Indonesia. Makanya kita mesti bersyukur dapat menikmati buah dari perjuangan para pahlawan. Mari kita mengheningkan cipta mendoakan para pahlawan Alfatiha…!,” kata Abah Guru Maulana Syarifudin.

Maka dari itu lanjutnya, mengajak seluruh keluarga besar YPPI untuk senantiasa menjaga persaudaraan dan kehormatan nama baik YPPI.

Karena baginya YPPI bukan hanya wadah berkumpul tapi juga wadah membangun karakter mempererat tali silaturahmi menghormati para leluhur.

“Mari sama – sama kita menjaga nama baik YPPI,” tegasnya.

Ditempat bersamaan, Penasihat YPPI, Baba Bohir Sanjaya saat memberikan wejangan bercerita tentang makna kehidupan.

Baginya hidup adalah perjalanan. Kita tidak pernah benar-benar selesai belajar, karena setiap hari kehidupan memberikan pelajaran yang berbeda.

Ada saatnya kita bahagia, ada saatnya kita kecewa. Ada keberhasilan yang membuat kita tersenyum, dan ada kegagalan yang membuat kita belajar menjadi lebih kuat.

Jangan pernah menganggap kegagalan sebagai akhir dari perjalanan. Bisa jadi, dari kegagalan itulah Tuhan sedang mengajarkan kita tentang kesabaran, keteguhan hati, dan arti sebuah perjuangan. Sama halnya seperti kita sekarang bekerja disini cintai pekerjaan kita berikan yang terbaik untuk pelayanan.

Belajarlah dari masa lalu, jalani hari ini dengan penuh keikhlasan, dan tatap masa depan dengan harapan.

BACA JUGA :  Liburan Ala Designer Athan Siahaan saat Pandemi di Bali

Karena pada akhirnya, hidup bukan hanya tentang seberapa banyak yang kita miliki, tetapi seberapa banyak kebaikan yang mampu kita berikan dan seberapa besar manfaat yang dapat kita tinggalkan bagi orang lain.

Kita datang ke dunia tanpa membawa apa-apa, dan kelak kita pun akan meninggalkannya tanpa membawa apa-apa.

Yang akan tinggal adalah nama baik, amal kebaikan, ilmu yang kita bagikan, serta kenangan baik di hati orang-orang yang pernah mengenal kita.

Maka, selama masih diberikan kesempatan untuk hidup, mari kita belajar menjadi manusia yang lebih baik.

Jangan hanya mengejar kehidupan.
Belajarlah memahami kehidupan.
Karena hidup adalah guru, dan setiap kejadian adalah pelajarannya.

“Semoga perjalanan kita selalu menjadi perjalanan menuju kebaikan, kedewasaan, dan kebermanfaatan bagi sesama,” ungkapnya. (Ndi/Md)

Komentar

Tinggalkan Balasan

News Feed