oleh

Pemkot Bekasi Sosialisasikan 1.000 Peluang Kerja di PSEL Bantargebang

KOTA BEKASI, Beritapublik.co.id – Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto, sosialisasikan peluang penyerapan tenaga kerja lokal dalam proyek Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL) Bantargebang kepada siswa di SMK Negeri 1 dan SMK Negeri 2 Kota Bekasi, Selasa, (13/10).

Langkah ini dilakukan untuk mempersiapkan lulusan sekolah menengah kejuruan (SMK) agar memiliki kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan industri sekaligus memperoleh kesempatan berkontribusi dalam pembangunan daerah.

Tri Adhianto menyampaikan bahwa proyek PSEL Kota Bekasi diproyeksikan membuka potensi hingga 1.000 lapangan kerja. Peluang ini diharapkan dapat dimanfaatkan oleh lulusan SMK, khususnya dari jurusan teknik, kelistrikan, dan bidang kejuruan lain yang relevan dengan kebutuhan operasional fasilitas tersebut.

“Kita ingin anak-anak SMK di Kota Bekasi tidak hanya menjadi penonton di daerahnya sendiri. Potensi 1.000 lapangan kerja di PSEL ini kita buka aksesnya agar anak-anak kejuruan kita yang memiliki kompetensi bisa langsung daftar dan bersaing. Pemerintah hadir untuk menjembatani antara kebutuhan industri dan potensi siswa lokal,” ujar Tri Adhianto.

Selain membuka peluang ekonomi bagi masyarakat, pembangunan PSEL Bantargebang diarahkan untuk mendukung penanganan persoalan sampah di Kota Bekasi melalui pemanfaatan teknologi pengolahan sampah menjadi energi listrik.

Fasilitas tersebut direncanakan mampu mengolah sekitar 1.200 ton sampah per hari menjadi energi listrik. Kehadiran PSEL diharapkan menjadi salah satu langkah strategis dalam mengurangi beban pengelolaan sampah sekaligus mendorong pemanfaatan sampah sebagai sumber energi alternatif.

Meski demikian, Tri Adhianto menegaskan bahwa pengelolaan sampah di Kota Bekasi masih menghadapi tantangan. Berdasarkan angka yang disampaikan dalam sosialisasi, masih terdapat sekitar 300 ton sampah per hari yang belum terakomodasi dalam kapasitas pengolahan tersebut.

“PSEL akan mengelola 1.200 ton sampah menjadi energi listrik. Namun, masih ada PR sekitar 300 ton sampah per hari yang belum ter-cover dan ini menjadi pekerjaan rumah kita semua. Diperlukan kolaborasi dan kesadaran bersama dari seluruh elemen masyarakat dalam mengelola serta mengurangi sampah dari hilir hingga hulu,” tegasnya. (Ndi/Rs)

BACA JUGA :  Kadispora Pinta KORMI Miliki Tekad Majukan Olahraga Kota Bekasi

Komentar

Tinggalkan Balasan

News Feed