oleh

Gema Indonesia Konflik Rohingya Jangan Dijadikan Komoditas Politik

JAKARTA – Maraknya aksi solidaritas untuk Rohingya yang dilakukan oleh beberapa kelompok dikhawatirkan ditunggangi oleh kepentingan politik sehingga bisa mengganggu stabilitas nasional. Ketua Presidium Gerakan Mahasiswa Indonesia (GEMA Indonesia), Yusuf Aryadi meminta pada berbagai kalangan agar tidak menyeret konflik etnik Rohingya di Myanmar untuk komoditas politik ditanah air.

“Saya harap jangan kaitkan konflik di Rohingya dengan kondisi di Indonesia untuk kepentingan politik sesaat, karena hal ini dapat mengganggu stabilitas nasional negara kita” ungkap Yusuf melalui pesan tertulisnya kepada redaksi Beritapublik.co.Id di jakarta, Senin (11/9).

Apalagi, lanjut Yusuf, apa yang sedang terjadi di Rakhine, Myanmar, itu multikonflik artinya belum tentu konflik agama, tapi lebih ke konflik etnis, sosial, bahkan ekonomi, makanya konflik itu sudah terjadi lama,” tuturnya.

Untuk itu, dia meminta bangsa Indonesia bersatu agar tidak dipengaruhi oleh berita-berita yang tidak benar dari media sosial.

“Lebih baik kita bersatu demi tegaknya negara kesatuan Republik Indonesia, dari pada aksi secara terus menerus. Aksi solidaritas boleh tapi harus waspada dari penyusup yang ingin memanfaatkan keadaan,” tegasnya.

Lanjut yusuf yang juga Mahasiswa Uhamka ini mengajak agar kita membuat aksi nyata dengan mengumpulkan dana, obat-obatan dan pakian dari pada aksi tapi ditunggangi.

“Lebih baik kita melakukan aksi nyata dan kongkrit dengan mengumpulkan dana, obat-obatan dan pakian dari pada aksi tapi banyak ditunggangi,” pungkas. (Rhs)

BACA JUGA :  Peringati Milad ke-105, Aisyiyah Kota Bekasi Cerahkan Umat

News Feed