oleh

KBB Peringati Natal Sebagai Pemersatu Orang Batak

KOTA BEKASI – Komunitas Batak Bersinar (KBB) Kota Bekasi bersama Gereja Kristen Bersinar adakan kegiatan tahunan dalam rangka peringati hari Natal dan doa bersama untuk perdamaian umat manusia. dengan mengusung tema ‘Dari sinai Menuju Sion’.
“perayaan Natal semata-mata untuk memersatukan orang-orang Batak di tanah perantauan. Sehingga orang-orang Batak bisa lebih solid ditahun-tahun yang akan datang ditanah perantauan. Terlebih, makna Natal adalah sebuah kasih,” kata Estomihi, ketua KKB saat ditemui di lokasi acara di jalan H.M Djojomartono, Bekasi Timur, Jumat (8/12).
Menurut Ucok, adanya silaturahmi ini sehingga KBB dapat berkumpul bersama dan dapat melestarikan budaya batak karena mayoritas para perantau Batak tinggal di Bekasi.
“Dengan semangat kebersamaan Natal tahun ini, dapat memperkuat tali silahturahmi para perantau Batak. Terlebih, dominasi orang Batak di Bekasi terbilang banyak,” ungkapnya.
Lebih lanjut kata dia, adanya hubungan yang kuat sesama orang Batak, lanjut Uchok, dapat juga menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Jadi, Natal tahun ini dapat dimaknai sebagai pemersatu bangsa yang saat ini dinilai sudah terdegredasi oleh budaya luar.
“dalam Natal ini KBB juga menghadirkan tarian budaya Batak (Tor-Tor Batak). Itu sebagai bentuk melestarikan budaya Batak yang juga termasuk budaya Indonesia,” jelasnya.
Melihat dinamika yang terjadi di lima suku Batak belakangan ini, ia menegaskan bahwa lima suku Batak di Bekasi aman dan damai. Uchok mengajak masyarakat Batak merespon hal tersebut positif, agar tidak bersitegang.
“Saya berharap, Natal tahun ini dapat memersatukan kita sebagai orang Batak sekaligus dapat melestarikan budaya orang Batak. Disini kita semua bersaudara,” terang dia.
Sedangkan Ahmad Zarkasih, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan yang mewakili Walikota Bekasi Rahmat Effendi yang berhalangan hadir mengatakan, menyambut baik dan sangat mengapresiasi KBB dalam melestarikan budaya Batak Bersinar di tanah rantau Bekasi.
“dia juga menghimbau jangan jadikan perbedaan sebagai pemecah budaya justru dengan adanya perbedaan menjadi pemersatu Budaya di Kota Bekasi,” himbaunya Zarkasih
lebih lanjut dia katakan pemerintahan Kota Bekasi sedang membangun gedung kebudayaan sehingga KBB dan komunitas lainnya dapat memanfaatkan gedung tersebut guna melestarikan budaya.yang ada di Bekasi. (Die)
BACA JUGA :  Peduli Gempa Cianjur, Komunitas Media Online Buat Posko dan Dapur Umum

News Feed