oleh

DPP IPI Menyayangkan Adanya Provokasi Menggunakan Isu Agama

JAKARTA – Dewan Pengurus Pusat Ikatan Pesantren Indonesia (DPP IPI) menyayangkan adanya provokasi yang dilakukan oleh tokoh pendukung HTI serta partai politik yang menggunakan isu agama sebagai tameng padahal itu dapat memecah belah umat dan bangsa. Hal tersebut di sampaikan KH. Zaini Ahmad, di Jakarta, Kamis (18/1).

Kiai yang biasa di sapa Gus Zaini ini menyatakan perlu di fahami bahwa kebijakan pemerintah membubarkan HTI bertujuan untuk menjaga kepentingan bangsa dan negara terhadap upaya propaganda yang ditutupi jargon dakwah agama.

DPP IPI
KH. Gus Zaini Ahmad Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat Ikatan Pesantren Indonesia DPP IPI (Tengah)

HTI berusaha mengganti NKRI yang berdasarkan Pancasila dan itu diikuti dengan sikap menyalahkan sistem demokrasi dan pemilihan umum, menganggap nasionalisme sebagai faktor pemecah-belah, serta memprovokasi gender dalam politik.

“Bahkan, saya dengar ada ajakan untuk menegakkan khilafah yang diajukan kepada panglima dan para perwira militer agar melakukan kudeta. Jadi jelas sekali kegiatan penggugat menjadi pengkhianatan dari konsensus kebangsaan,” katanya.

Ia pun meminta kepada seluruh komponen bangsa untuk bersama-sama mendukung persatuan dan kesatuan bangsa demi cita-cita luhur pendiri negara ini.

“Saya mengajak mari kita dukung setiap langkah kebijakan yang diambil pemerintah untuk menyatukan anak bangsa, karena sesungguhnya inilah identitas bangsa kita yang di cita-citakan faounding father bangsa ini,” ungkapnya.

Lebih lanjut Gus Zaini, juga meminta agar para tokoh baik dari pejabat, parpol maupun ormas untuk meluruskan kiblat dalam berbangsa dan bernegara dengan berkeyakinan bahwa pancasila adalah tujuan bersama untuk mewujudkan kemakmuran dan kesejahtetaan rakyat. (Mat)

BACA JUGA :  Ketua Umum DPP IPI Secara Resmi Melantik DPW IPI Provinsi Aceh

News Feed