oleh

Mahasiswa Bakar Ban di Depan Kantor DPRD Kota Bekasi

KOTA BEKASI – Asap hitam membumbung tinggi didepan gerbang kantor DPRD Kota Kota Bekasi. Api tampak membara dari kepulan asap tersebut. Api berasal dari aksi puluhan Mahasiswa yang tergabung dalam Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PC PMII) Kota Bekasi.

Aksi ini sebagai bentuk protes keras terhadap revisi Undang – Undang MPR, DPR, DPD dan DPRD (UU MD3). Karena dianggap berpotensi membungkam segala aspirasi mahasiswa. Selain berorasi mahasiswa juga membakar ban dan kurung batang didepan gerbang DPRD Kota Bekasi.

Koordinator aksi, Khusnul, mengatakan pembakaran ban dan kurang batang menjadi simbol atas matinya kepedulian dan keberpihakan wakil rakyat yang ada di DPRD Kota Bekasi.

Bangsa kita sedang mengalami kemerosotan sistem demokrasi secara perlahan yang berindikasi kepada kehancuran tatanan asas demokrasi itu sendiri.

“kami menolak keras revisi UU MD3 yang telah mengekang kebebasan. Kami sangat menyayangkan siikap maupun tindakan dari para perwakilan rakyat yang saat ini duduk di kursi-kursi Dewan disini tidak berperan layaknya sebagai representasi dari rakyat itu sendiri, malahan berbanding terbalik dengan apa yang seharusnya menjadi tugas mereka,” kata Khusnul dalam orasinya, Jumat (2/3).

Khusnul yang juga pengurus PC PMII Kota Bekasi menyoroti dalam beberapa tahun ini banyak kasus-kasus korupsi besar yang menimpa bangsa ini, dan mayoritas yang tersandung kasus ini adalah para anggota perwakilan rakyat.

“Melihat realita yang seperti ini timbul suatu Pertanyaan besar, apakah kasus-kasus seperti ini sudah membudaya bagi para anggota dewan yang terhormat?,” tukasnya sembari mempertanyakan kinerja para perwakilan rakyat. (Ben)

BACA JUGA :  Hadiri Muscab Aklindo, Pj Walikota Bekasi Harapkan Program Smart City didukung Penggerak Ketenagalistrikan

News Feed