oleh

Dua Caleg Partai Nasdem Inisiasi Gerakan 10.000 Pemandi Jenazah

KOTA BEKASI – Unik dan menarik Dua Caleg dari partai Nasdem menjadi inisiasi program gerakan 10.000 pemandi jenazah hal tersebut lantaran sulitnya mencari orang yang bisa memandikan jenazah.

Adapun dua orang tersebut antaralain, Aji Ali Sabana, Caleg DPRD Kota Bekasi nomor urut 1 Dapil Bekasi Timur-Bekasi Selatan dan Imam Malik, Caleg DPRD Provinsi Jawa Barat nomor urut 8 Dapil Kota Bekasi-Kota Depok.

“Gerakan ini muncul karena fakta di lapangan menunjukan bahwa pemandi jenazah sangatlah jarang. Ia berharap dengan program ini, nantinya diharapkan setiap RW akan ada minimal dua orang pemandi jenazah,” kata Aji Ali Sabana Caleg DPRD Kota Bekasi saat ditemui di RM Margajaya Bekasi, Kamis (6/12).

Dia menjelaskan, profesi pemandi jenazah sangat jarang sekarang dan cukup kerepotan orang mencari itu ketika ada keluarga atau saudara meningal. Itulah mengapa saya dan Bang Imam Malik mencetuskan ide itu,” kata Aji Ali Sabana.

Rencananya, bulan Desember ini dia dan Imam Malik akan memulai gerakan ini dengan turun ke RW menggelar pelatihan memandikan jenazah. Dari pelatihan itu diharapkan nanti akan lahir pemandi-pemandi jenazah.

“Kita latih orang-orang sekalian kita berikan pemahaman bahwa memandikan jenazah bukanlah hal yang sulit dan menyeramkan,” kata dia.

Selama ini kata Aji, orang enggan menjalani profesi ini karena dianggap sulit dan ada kesan seram ketika berhubungan dengan jenazah.

“Makanya nanti kita hadirkan pelatih profesional, kita kasih pemahaman. Karena sesungguhnya profesi ini tidak sulit,” kata dia.

Apalagi sejatinya, di agama Islam memandikan jenazah sangatlah besar pahalanya.

“Pahalanya luar biasa asal kita tau. Kalau orang sudah tau ini, pasti akan berebut untuk mandikan jenazah,” tandasnya.

BACA JUGA :  Gibas Sektor Bekasi Timur Berbagi Keberkahan dengan Anak Yatim

Ia juga menegaskan, gerakan ini semata-mata keterpanggilan ia dan Imam Malik. Tidak ada kaitannya sama sekali sama urusan politik.

“Biarlah masyarakat yang menilai. Intinya kita ingin berbuat untuk masyarakat,” tandasnya.

Sementara itu, Imam Malik mengatakan, ia merupakan sosok yang tadinya takut dengan jenazah. Namun lambat laun, ia justru terbiasa.

“Dulu takut banget, tapi sekarang tidak. Saya termasuk orang yang rutin memandikan jenazah. Kebetulan di komplek saya tinggal jarang yang bisa,” kata dia.

Menurutnya, dalam program yang digagasnya, ia akan turun langsung memberikan pelatihan.

“Saya akan turun langsung untuk memberikan pelatihan ke laki-laki. Kalau untuk perempuan nanti istri saya kemungkinan akan melatih karena kebetulan saya dan istri bisa memandikan jenazah,” tandasnya.

Banyak pengalaman yang ia dapat dari memandikan jenazah. Tapi pengalaman itu ia simpan karena seorang pemandi jenazah tidak boleh bercerita tentang kondisi jenazah yang dimandikan.

“Pasti ada hal-hal yang aneh-aneh. Ada yang positif ada yang negatif,” ungkapnya. (Ben)

News Feed