oleh

Mengaku Pemenang Lelang Rumah, Pemilik Resmi Lapor Pengerusakan ke polisi

KOTA BEKASI, Beritapublik.co.id – Seorang Nasabah Bank CIMB, melawan Pemenang Lelang Rumah di Kota Bekasi, dengan Dalih sudah memegang surat hasil Putusan Lelang dan menegor pemilik Rumah sah untuk keluar atau mengosongkan rumah.

Moch. Chairudin, warga Perumahan Premier Serenity, Kelurahan Bekasi Jaya, Kecamatan Bekasi Timur, Kota Bekasi, Jawa Barat. Akibat telat bayar cicilan, pihak KPR CIMB Niaga (Syariah), Cabang Lippo Cikarang, sebagai kreditur telah melelang rumah yang kosong tanpa pemberitahuan pemiliknya.

“Kami pemilik tidak tahu. Sebelumnya tidak ada surat perintah pengosongan rumah dan pemberitahuan lelang. Tahu-tahu rumah sudah dibongkar paksa. Kunci-kunci diganti dan barang-barang seiisi rumah dikeluarkan, serta telah dikuasai pihak lain,” ujar Moch. Chairudin, Rabu (28/4).

Menurut Chairudin, lelang adalah penjualan barang secara terbuka untuk umum dengan penawaran harga secara tertulis.

Ada prosedur pelaksanaan pelelangan lanjutnya,
apabila terdapat potensi keberatan, penolakan atau bahkan gugatan dari debitur, maka Bank pada prakteknya akan mengupayakan alternatif pelaksanaan lelang.

“Jangankan prosedur lelang. Kami sebagai pemilik rumah, sebagai nasabah tidak diberi tahu ada pengosongan rumah. Bagaimana ini prosedur hukumnya, Aset bisa beralih kepemilikan ke orang lain sedang kami ini tidak pernah menjual,” keluhnya.

Secara hukum jelas lanjutnya, apabila debitor cidera janji, pemegang Hak Tanggungan pertama mempunyai hak untuk menjual obyek Hak Tanggungan atas kekuasaan sendiri melalui pelelangan umum serta mengambil pelunasan piutangnya dari hasil penjualan tersebut, Bank melakukan pemberitahuan lelang kepada debitur, banyak proses yang tidak di jalankan sesuai aturan Hukum dalam persoalan lelang rumah ini oleh Pihak Bank CIMB ,papar Chairudin.

Selama menjalankan proses ini hingga mencari keadilan, telah terjadi beberapa hal yaitu adanya pengrusakan dan pengosongan rumah, serta penguasaan di satu pihak.

BACA JUGA :  Pasca Pilpres, Media Harus Rajut Persatuan

Kejadian ini telah menganggu hak kemanusian pribadi dan keluarga,maka Chairudin langsung melaporkan kasus ini ke Kantor Kepolisian Polres Metro Bekasi Kota, dengan nomor : STPL/810/K/III/2021/SPKT/Restro Bks Kota.

Chairudin juga menyayangkan otoritas Bank CIMB Niaga berbasis Syariah yang operasionalnya tidak mencerminkan sebagai bank Islami. Prinsip manajemen Syariah yang amanah, berkeadilan dan komunikatif.

“pihak CIMB Niaga, sebagai bank berbasis Syariah. Tidak memberitahu kepada saya selaku pemilik rumah resmi jika ada lelang. Seenaknya saja mengosongkan rumah orang. Ironisnya sudah ada pemenang lelang dan mengaku sudah memiliki sertifikat rumah dari CIMB Niaga (Syariah),” terang Chairudin.

Saat dikonfirmasi terkait masalah ini ke pihak KPR CIMB Niaga (Syariah), yang berkantor di Lippo Cikarang Gedung Menara Pasific, Jalan MH. Thamrin Cibatu, Cikarang Selatan, Bekasi, hingga saat ini belum memberi penjelasan.

Moch. Chairudin, meminta aparat Kepolisian Polres Metro Bekasi Kota, dapat segera mengusut tuntas masalah ini. Pihaknya minta keadilan terhadap masalah ini. Harapannya jangan sampai ada lagi perbuatan sewenang-wenang dari pihak tertentu.

“Saya minta keadilan apa yang telah menjadi hak saya. Memastikan bahwa proses eksekusi benda jaminan apapun telah sesuai dengan prosedur yang diatur dalam perjanjian pembiayaan. Termasuk mengenai tahapan pemberian surat peringatan kepada debitur, dan tidak sewenang-wenang,” pungkasnya. (Ndi)

Komentar

Tinggalkan Balasan

News Feed