oleh

Renang dan Bersepeda Efektif Hindari Nyeri Sendi Pada Lansia

BEKASI, Beritapublik.co.id – Selain deteksi dini, cara terbaik agar terhindar dari penyakit adalah dengan berolahraga. Hal ini cara untuk terhindar dari penyakit nyeri sendi yang kerap hadir saat lanjut usia.

Dokter Spesialis Orthopedi dari Siloam Sentosa Bekasi, dr. Alfa Januar Krista mengatakan, melalui edukasi yang disampaikan pada kanal live Instagram melalui pencegahan yang bisa dilakukan untuk mengatasi nyeri sendi salah satunya nyeri pada lutut yaitu menghindari cedera, menjaga berat badan agar tetap ideal, kemudian melakukan kegiatan rutin berolahraga. Adapun olahraga yang dianjurkan bisa dengan berenang dan bersepeda.

Dikatakan Alfa, ada banyak alasan mengapa olahraga air adalah pilihan yang tepat untuk penderita nyeri sendi, yaitu meningkatkan kelenturan anggota gerak tubuh dan meningkatkan kekuatan otot tanpa memberi beban berat pada sendi dan tulang belakang.

“Selain itu bermanfaat pula mengembalikan fungsi sendi yang terasa nyeri tanpa memperburuk gejalanya, melatih pergerakan otot tubuh termasuk memelihara kebugaran tubuh,” ungkap Alfa, Jumat, (28/01/2022) pada edukasinya yang diikuti puluhan viewer.

Sejumlah manfaat berenang ini bagi kebugaran tubuh dan otot, pun dapat pula dilakukan melalui olahraga bersepeda dengan menyesuaikan umur dan periode latihan.

Apa itu Nyeri Sendi/Lutut?

Mengingat sendi berada di berbagai bagian tubuh, rasa sakit atau nyeri yang dialami bisa terasa di persendian mana saja pada tubuh. Lalu, sebenarnya bagaimana tanda nyeri sendi, apa saja penyebab dan bagaimana mengobatinya?

Dokter Spesialis Orthopaedi dari Siloam Sentosa Bekasi, dr. Alfa Januar Krista, menjelaskan, sendi lutut yang terdiri dari tulang dan jaringan lunak.

Adapun tulang terdiri dari tulang yang dari paha dan juga tulang yang dari tulang kering. Di antara itu ada celah sendi yang bisa bergerak. Sementara Sendi itu yang dinamakan sendi lutut dan di bagian sendi itu ada yang dinamakan tulang rawan dan juga ada jaringan lunak, seperti ligamen atau urat-urat, bantalan sendi, dan ada bagian otot.

BACA JUGA :  Bantuan Sosial Tunai di Kampung Cakung Tepat Sasaran

Jadi, untuk nyeri lutut itu harus diketahui terlebih dahulu kira-kira bagian apa yang bermasalah.

Dijelaskan dokter Januar, penyebab utama nyeri lutut biasanya karena cedera atau trauma, dan juga bukan karena trauma ataupun cedera.

Nyeri lutut yang disebabkan karena trauma atau cedera biasanya terjadi secara mendadak dan tiba-tiba terasa nyeri atau bengkak.

“Penyebab Nyeri lutut juga bukan hanya karena ada masalah pada lutut itu sendiri, Namun bisa juga terjadi pada area diluar bagian lutut, seperti halnya terjadi masalah penjepitan saraf tulang belakang atau masalah pada panggul,” tutur Dokter Spesialis Orthopaedi dari Siloam Sentosa Bekasi, dr. Alfa Januar Krista.

Ditambahkannya untuk edukasinya dijelaskan bahwa, lutut merupakan sendi vital yang fungsinya bekerja seperti engsel, membuat manusia dapat berdiri, jongkok, melompat, dan berlari.

“Jika lutut yang berfungsi untuk menopang tubuh kita bermasalah, misalnya akibat trauma dan kerusakan atau patah tulang yang masuk ke dalam sendi sehingga menyebabkan bengkak. Sebaiknya segera dilakukan pemeriksaan ke dokter,” kata Alfa.

Ia menambahkan, nyeri lutut bisa disebabkan dari trauma yang karena kecelakaan atau cedera olahraga, terjatuh, terbentur, dan lainnya. Sedangkan kasus Non trauma yang sering adalah Osteoarthritis atau Pengapuran Sendi dan infeksi serta autoimun.

“Termasuk pengapuran pada tulang juga bisa terjadi pada usia muda bukan hanya pada usia lanjut. Hal ini biasanya terjadi akibat adanya riwayat cedera yang menyebabkan robek pada ligamen, atau bantalan tulang yang menyebabkan sendi atau tulang tidak stabil, sehingga menyebabkan pengapuran lebih cepat. Pengapuran umumnya terjadi pada usia di atas 60 puluh tahun,” paparnya.

Pada konteks pengapuran tulang, obesitas berpengaruh pada timbulnya pengapuran lebih dini karena membawa beban berlebihan yang berefek pada lututnya. (Nia/ Len)

Komentar

Tinggalkan Balasan

News Feed