JAKARTA, Beritapublik.co.id-Penyelenggaraan pembelajaran tatap muka (PTM) di sekolah secara bergantian menyesuaikan dengan kondisi pandemi tahun ini, menunjukkan optimisme dalam memulihkan pendidikan Indonesia.
Kondisi pembelajaran yang tidak dapat berjalan sebagaimana mestinya selama pandemi, memacu pemanfaatan serta akses internet dan teknologi digital sebagai solusi keberlangsungan pendidikan.
Para guru didorong untuk mampu menggunakan berbagai aplikasi online meeting dan platform pembelajaran lainnya, demi menghadirkan materi dan menjadikan proses belajar mengajar lebih menarik bagi siswa.
Hal tersebut menunjukkan bahwa dengan pemanfaatan teknologi, pendidikan menjadi lebih mudah diakses dan dapat mengakomodasi kebutuhan semua orang, khususnya para siswa dan guru.
Head of Corporate Citizenship Samsung Electronics Indonesia, Ennita Pramono mengatakan, teknologi pasti akan terus berkembang, dan sangat penting untuk menyesuaikan gaya belajar mengajar di kelas agar selaras dengan kemajuannya. Guru terdorong untuk mencoba sesuatu yang baru menjadi alat pembelajaran dan pendekatan kepada siswa.
“Mengintegrasikan teknologi ke dalam rencana pembelajaran, serta menggunakannya untuk memperluas pengetahuan tentang materi yang akan disampaikan, dapat membuat perbedaan yang signifikan di kelas dan mendorong siswa menjadi generasi yang mampu berpikir kritis,” kata dia melalui pesan tertulisnya, Senin (31/01).
“Hingga hari ini terdapat 16 pilot SSLC (Samsung Smart Learning Class) yang tersebar di sekolah-sekolah di seluruh Indonesia, dan lebih dari 20 ribu siswa dan 50 ribu guru telah menikmati manfaat inovasi SSLC untuk menambah wawasan belajar mereka. Samsung percaya, kelas digital seperti SSLC akan dapat membuka kesempatan merdeka belajar bagi siswa dan guru untuk menjadi lebih maju, kreatif, dalam menciptakan masa depan lebih baik,” tambahnya.
Kembalinya siswa dan guru ke sekolah, tidak berarti harus meninggalkan adopsi teknologi digital yang sudah dilakukan selama pembelajaran jarak jauh (PJJ) dan kembali ke pola belajar mengajar yang lama.
Adanya proyeksi dari Unicef yang menyatakan bahwa akan terjadi peningkatan akses internet oleh generasi muda Indonesia hingga 100 persen pada tahun 2030, menggambarkan adopsi dan kecakapan menggunakan teknologi digital di dunia pendidikan akan terus menjadi bagian dari sistem pembelajaran kini dan masa depan. (Ndi/Rs)










Komentar