JAKARTA, Beritapublik.co.id – Dugaan kasus pelecehan seksual yang melibatkan Menteri Agama Nasaruddin Umar mencuat ke publik setelah hasil investigasi sejumlah organisasi masyarakat mengungkap bukti dan kesaksian dari beberapa korban.
Sejumlah pihak, termasuk Aliansi Pemuda Lintas Agama dan Aliansi Pemuda Islam Nusantara, kini menuntut Presiden Prabowo Subianto untuk segera mencopot Nasaruddin Umar dari jabatannya.
Kesaksian Korban: Dari Rayuan Hingga Penyalahgunaan Kekuasaan
Investigasi yang dilakukan oleh kelompok aktivis menemukan adanya pola pelecehan yang diduga dilakukan oleh Menteri Agama terhadap perempuan dari berbagai latar belakang. Sejumlah korban bersedia memberikan kesaksian mereka kepada publik:
S, seorang pekerja di bidang Event Organizer (EO) S mengaku mengalami pelecehan ketika bertemu Menteri Agama dalam sebuah acara.
Menteri Agama disebut merayunya dengan kata-kata manis, menggenggam tangannya secara paksa, dan mengajaknya berbicara secara pribadi.
S mengaku mengalami trauma mendalam akibat kejadian tersebut. N, seorang pegawai Badan Usaha Milik Negara (BUMN) terkemuka N menyatakan bahwa ia mengalami tekanan untuk menjalin “hubungan spesial” dengan Menteri Agama saat masih menjabat sebagai Komisaris di perusahaan tersebut.
Ia merasa hubungan tersebut melampaui batas profesional dan terjadi akibat penyalahgunaan jabatan.
Mahasiswi PTIQ
Sejumlah mahasiswi Perguruan Tinggi Ilmu Al-Qur’an (PTIQ) juga mengaku menjadi korban pelecehan.
Mereka siap memberikan kesaksian mengenai perilaku tidak pantas Menteri Agama yang mereka alami selama masa studinya.
Dugaan Pola Pelecehan Berulang
Berdasarkan hasil investigasi, dugaan pelecehan ini bukanlah kasus tunggal. Beberapa laporan menunjukkan bahwa Menteri Agama telah lama melakukan tindakan serupa, bahkan sejak menjabat sebagai Imam Besar Masjid Istiqlal dan Rektor PTIQ.
Tindakan ini bertentangan dengan nilai-nilai moral yang seharusnya dijunjung tinggi oleh seorang pejabat negara, khususnya Menteri Agama. Selain itu, modus operandi yang digunakan diduga melibatkan penyalahgunaan jabatan untuk mendekati dan mempengaruhi korban.
Tuntutan dan Tekanan Publik
Aliansi masyarakat dan mahasiswa menegaskan bahwa dugaan ini harus segera ditindaklanjuti oleh pemerintah.
Mereka menuntut Presiden Prabowo Subianto untuk segera mencopot Nasaruddin Umar dari jabatannya.
“Jika dibiarkan, kasus ini bukan hanya mencoreng nama baik Kementerian Agama, tetapi juga merusak kepercayaan publik terhadap pemerintahan Prabowo-Gibran,” ujar perwakilan Aliansi Pemuda Lintas Agama, Senin (24/03).
Sejauh ini, pihak Menteri Agama belum memberikan tanggapan resmi terkait tuduhan tersebut. Namun, tekanan publik terus meningkat agar kasus ini diusut tuntas dan korban mendapatkan keadilan. (**)










Komentar