oleh

PB-AKSI Mendesak Risma Tarihoran Mundur Dari Kajari Kabupaten Bekasi

BEKASI – Puluhan massa yang tergabung dalam Pemuda Bekasi Anti Korupsi (PB-AKSI) berunjuk rasa mendesak Kepala Kejaksaan Negeri Kabupaten Bekasi Risman Tarihoran untuk menandatangani Surat Pernyataan Pengunduran Diri.

Kordinator Aksi Rahmat Hidayat menjelaskan persoalan lemahnya penegakkan hukum tindak pidana korupsi (TIPIKOR) Cikarang Pusat diduga adanya permainan oleh kerena itu PB-Aksi mendesak Kepala Kejaksaan agar tidak main mata dalam penanganan kasus dugaan korupsi di Bekasi.

“Lemahnya penegakkan hukum oleh Kejari berdampak pada kesenjangan sosial yang tinggi, kami minta Kajari beserta jajarannya tidak main mata soal ini!,” Tegas Rahmat saat menyampaikan orasinya di Kejari Kabupaten Bekasi Jawa Barat, pada Rabu, (13/9).

Sementara itu, Bally Fadilah salah satu massa aksi mengatakan banyaknya dugaan tindak pidana korupsi di Bekasi yang tak tertangani oleh pihak kejari adalah keingkaran Kepala Kejaksaan Negeri Bekasi Risma Tarihoran kepada massa aksi. Pasalnya, pasca dilantik Risman sebagai KAJARI menandatangi Pakta Integritas yang menjadi tuntutan massa aksi pada saat itu.

“13 januari 2016 Risman menandatangani fakta integritas yang kami buat saat aksi, namun faktanya hari ini ia ingkar. Maka kita (PB-AKSI) sepakat mendesak Risman untuk menandatangani surat pengunduran diri,” Geramnya saat menyampaikan orasi diatas mobil sound di Kajari Bekasi.

Massa aksi sedikitnya menyebutkan beberapa dugaan korupsi yang ada di Bekasi diantaranya: Anggaran Pemeliharaan Rutin yang ada di Bagian Umum Pemkab Bekasi, Penyertaan Modal PDAM Tirta Bagasasi, dan Kebocoran PAD PT. BBWM salah satu BUMD yang ada di Bekasi.

Terpantau dilapangan pengunjuk rasa melakukan penaburan kembang 7 rupa dan melempari kantor Kejaksaan Negeri Kabupaten Bekasi dengan kondom sebagai bentuk matinya Hukum dan mandulnya kinerja. (Rhs)

BACA JUGA :  Sidak Kebeberapa Tempat, Forkopimda Kota Depok Tak Temukan Pelanggaran

News Feed