oleh

Melihat Indonesia Lebih Dekat Di ‘Negri Dongeng’

KOTA BEKASI – Melihat Indonesia lebih dekat melalui dokumentasi perjalanan mendaki gunung yang dikisahkan dalam sebuah Film dokumenter yang berjudul “Negri Dongeng” yang disutradarai oleh Anggi Friska.

Hadirnya buah karya film “Negri Dongeng” bermaksud memberikan pesan bagi para penonton di tanah air bahwa ‘proses’ dalam mendaki gunung itu penting bukan hanya hasilnya.

“Dari sanalah dapat diambil sebuah makna kebersamaan, kepedulian dan tentunya gotong royong mengendurkan ego dari diri sendiri,” ungkap Anggi.

Dengan hadirnya film ini, sambung Anggi diharapkan para penonton bergerak untuk Indonesia dengan caranya masing-masing. Gotong royong untuk Indonesia yang lebih baik dengan tidak merusak alamnya dan membangun potensi lingkungan dan wisata sebagai tulang punggung negri ini.

“Empati, toleransi dan gotong royong sepertinya sudah luntur di kehidupan kota. Padahal gotong royong membawa empati dan toleransi terhadap lingkungan Sekitar,” kata Anggi Friska, sutradara Film Negeri Dongeng saat di temui di teater 1 Summarecon Bekasi XXI Bekasi. Sabtu (9/9) lalu.

Lewat film ini, Anggi ingin mengingatkan kepada diri sendiri dan penonton kalau proses itu butuh upaya.

“Mudah-mudahan lewat karya ini, bisa menginspirasi, kalau proses itu penting. Soalnya terkadang kita lupa bagaimana prosesnya, kita hanya ingat pencapaiannya,” ujar Anggi.

Anggi mengungkapkan, film ini dia garap bersama enam temannya yang semuanya bertindak selaku pengambil gambar, termasuk dia. Pengambilan gambar merupakan dokumentasi kejadian nyata yang dialami selama ekspedisi berlangsung. Sisi menarik yang menjadi bagian film ini adalah melihat lebih dekat kehidupan masyarakat pegunungan serta proses interaksi personal antaranggota ekspedisi.

“Di film ini, gunung menjadi medium bagaimana proses perjalanan itu berlangsung. Film juga media komunikasi, sarana edukasi, dan hiburan. Lewat film ini saya juga ingin mengingatkan kembali tentang konsep gotong royong yang nyaris hilang dari masyarakat perkotaan,” terangnya.

BACA JUGA :  PLN UP3 Bekasi Catat 137.456 Pelanggan Sudah Menginstal PLN Mobile

Selain format bercerita dan pengambilan gambar yang unik, “Negeri Dongeng” juga didukung lagu tema pada sejumlah adegan. Ada tiga lagu yang menghiasi film yakni “Sajak Kecil Tentang Cinta” dan “Pada Suatu Hari Nanti” dari Ari Reda, serta “Menjadi Indonesia” milik Efek Rumah Kaca. Kehadiran lagu ini menguatkan pesan yang tersirat dari “Negeri Dongeng”.

Pada akhirnya, perjalanan anak manusia tak akan berhenti selama napas masih berembus. Lewat “Negeri Dongeng”, penonton akan disadarkan tentang hidup adalah perjuangan untuk jangan pernah menyerah.

Dikerjakan selama tiga tahun, film dokumenter “Negeri Dongeng” hadir menjadi pembeda. Melibatkan tujuh sineas sekaligus pendaki, film “Negeri Dongeng” mengisahkan perjuangan mereka mencapai tujuh puncak gunung di Indonesia.

Selama hampir 105 menit, penonton akan diajak melihat keindahan negeri ini lewat kacamata yang tak biasa. Kendati film dokumenter, “Negeri Dongeng” juga dibumbui kisah drama yang menyentuh hati di sejumlah bagian. Hasilnya, film ini menjelma menjadi film dokumenter yang tak sekadar bertutur dengan fakta dan data tapi juga cerita nonfiksi yang patut disimak sampai selesai.

Sekedar diketahui, pembuatan film menggunakan pendanaan mandiri dengan melakukan penjualan merchandise di sosial media. Aksa7 di bantu oleh 32000 pendukung yang terbentuk lewat berbagai kegiatan bootcamps selama proses produksi film tersebar di seluruh Indonesia yang di kenal dengan sebutan Wariorsaksa7. (Aya)

News Feed