Buruknya Komunikasi, Pj Walikota Bekasi di Desak Mundur dari Jabatannya

Buruknya Komunikasi, Pj Walikota Bekasi di Desak Mundur dari Jabatannya
KH. Abdul Hadi (Tengah) Juru Bicara Aliansi Ormas dan LSM Kota Bekasi

KOTA BEKASI – Ruddy Gandakusuma selaku Pj. Walikota Bekasi atau pejabat sementara dinilai tidak menjalin komunikasi yang baik dengan para Aparatur Pemerintah, Tokoh Masyarakat dan Ormas dalam menyikapi persoalan – persoalan yang berkembang di masyarakat.

“Pj Walikota Bekasi bersikap arogan terhadap Aparatur dengan senantiasa mengancam dengan kewenangan yang dimilikinya apabila Aparatur tidak mengikuti keinginannya, sehingga terjadi disharmonisasi antara Pj. Walikota dengan para Aparatur di Pemerintahan Kota Bekasi,” tegas Juru Bicara Aksi salah seorang Tokoh Agama dan Tokoh Masyarakat Kota Bekasi, KH. Abdul Hadi, Kamis (26/7).

Dikatakan KH. Abdul Hadi, Pj. Walikota Bekasi menganggap Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bekasi Rayendra Sukarmadji yang masuk massa pensiunnya sebagai musuh yang akan melakukan ‘Makar’ adalah tuduhan tendensius dan mengada-ada. Ini bukti bahwa, Pj. Walikota Bekasi, tidak menghargai pejabat yang sudah lebih senior dalam melaksanakan tugasnya di Kota Bekasi dalam mengemban amanah.

Selain itu sambungnya, Pj. Walikota Bekasi, Ruddy Gandakusuma, tidak mampu memberikan jaminan kepastian kepada masyarakat yang membutuhkan pendidikan dengan tidak menambah Rombongan Belajar (Rombel) di SMPN pada saat Pendaftaran Peserta Didik Baru (PPDB) Online dilaksanakan di Kota Bekasi.

“Pj. Walikota Bekasi tidak pernah melaksanakan monitoring dan evaluasi selama pelaksanaan Pilkada serentak ke wilayah sebagai bentuk tanggung jawab kepada daerah dalam memfasilitasi Pilkada baik melalui forum rapat kordinasi maupun kunjungan lapangan,” ungkapnya.

Masih kata KH. Abdul Hadi, Pj. Walikota Bekasi tidak mengantisipasi dan tidak mencegah terjadinya perang opini dan berita Hoax yang mengadu domba masyarakat saat pelaksanaan Pilkada serentak dengan tidak melakukan koordinasi dan pengarahan kepada para Aparatur yang ada,” katanya sambil mengawal massa dilokasi aksi depan Kantor Pemerintah Kota Bekasi.

Walikota Bekasi lanjut KH Abdul Hadi mengabaikan keberadaan para Tokoh Ulama dan Tokoh Agama dengan tidak menghadiri jadwal acara keagamaan seperti tarling (taraweh keliling) yang sudah disusun oleh dirinya, tapi tidak dihadiri pada saatnya.

“Arogansi Pj. Walikota Bekasi dengan mempermainkan Tokoh Lintas Agama yang sudah memohon untuk beraudiensi menyampaikan masukan terhadap situasi dan kondisi Pemerintahan di Kota Bekasi, ternyata ditinggal pergi dengan alasan bahwa Tokoh Lintas Agama harus melakukan permohonan dengan surat terlebih dahulu secara resmi,” ungkapnya.

Dengan keadaan ini tambah KH. Abdul Hadi, kami selaku warga dan masyarakat Kota Bekasi, menuntut agar Pj. Walikota Bekasi, Ruddy Gandakusuma untuk mengundurkan diri dari jabatannya, karena tidak mampu membawa Kota Bekasi menjadi lebih baik.

“Kami mendesak kepada Pj. Gubernur Jawa Barat dan Menteri Dalam Negeri untuk mencopot dan segera mengganti, Ruddy Gandakusuma dari jabatan Pj.Walikota Bekasi,” tandasnya.

Sekedar diketahui Massa Aliansi Ormas Kota Bekasi yang hadir aksi diantaranya, FBR, FORKABI, GIBAS, FPMM, BKMB Bhagasasi, LSM Somasi, PPKB Banten, Forum Warga Bekasi dan Pemuda Pancasila (PP). (Nal)

Tags: , ,

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Comments are closed.