oleh

Sambut Imlek, Pengurus Hok Lay Kiong Berbenah

KOTA Bekasi, Beritapublik.co.id  – Pengurus Kelenteng Hok Lay Kiong berbenah untuk menyambut Imlek. Berbagai macam ornamen disiapkan.

Berdasarkan pantauan, terdapat sejumlah pengurus melakukan persiapan akhir di Kelenteng Hok Lay Kiong, Jalan Kenari I, Margahayu, Bekasi Timur, Kota Bekasi, Jumat (24/1). Tak hanya itu, beberapa pengurus juga terlihat menata lilin-lilin, pengurus lainnya mengelap patung-patung.

Bahkan, terlihat ratusan lilin berjajar, beberapa di antaranya juga menyala. Lampion berwarna merah terlihat bercahaya menghiasi atap kelenteng. Harum dupa tercium semerbak.

Sejumlah warga berdatangan ke kelenteng. Antara lain, tampak pengunjung beribadah dengan khidmat. Tiga petugas kepolisian terlihat berjaga di halaman kelenteng.

 

“Jika persiapan di kelenteng sejauh ini hampir 100 persen,” ungkap Kepala Publikasi dan Komunikasi Yayasan Pancaran Tridharma Bekasi Kelenteng Hok Lay Kiong, Sudrajat, kepada beritapublik.co.id, Jumat (24/1).

 

Sudrajat mengatakan, patung-patung sudah dimandikan dan dibersihkan pengurus, begitu juga dengan pemasangan lilin-lilin. Sudrajat memastikan Kelenteng Hok Lay Kiong siap menampung jemaat untuk bersembahyang pada perayaan Imlek, Sabtu (25/1) besok.

“Bisa 300 hingga 400 (orang),” jelas Sudrajat.

Fokus pengurus kelenteng merupakan pengamanan saat pembagian angpao. Pasalnya, warga akan berdesak-desakan guna mengambil angpao.

“Sejauh ini kami belum pernah terjadi hal demikian (jatuh korban karena berdesak-desakan rebutan angpao) pasalnya sebelumnya dibentuk kepanitiaan untuk Imlek dan Cap Go Meh itu seksi-seksi pengamanannya, publikasi, dokumentasi tersebut semua dibentuk untuk mengantisipasi (kerusuhan), termasuk kita membuat suatu izin keramaian dari Polres Bekasi,” kata Sudrajat.

Dalam pembagian angpao, warga dari berbagai suku dan agama bisa mengikutinya. Menurutnya, hal tersebut merupakan momen yang baik untuk merekatkan hubungan antarumat beragama.

“Keberagaman budaya ini, kami tetap membina kerukunan beragama, kerukunan berbangsa, dan bertanah air dan tetap satukan NKRI, tidak ada NKRI yang kedua dan ketiga, cuma satu. Itu jadi misi kita ke arah sana,” tuturnya.

BACA JUGA :  DPP IPI Menyayangkan Adanya Provokasi Menggunakan Isu Agama

Sudrajat menegaskan, Kelenteng Hok Lay Kiong merupakan kelenteng tertua di Bekasi. Diperkirakan umurnya mencapai ratusan tahun.

“Betul itu dianggap tertua,” tegas Sudrajat.

Namun, tidak ada catatan resmi terkait usia Kelenteng Hok Lay Kiong. Apalagi, mengenai pendiri kelenteng juga belum diketahui. Hal itu hanya didasari cerita nenek moyang yang turun-temurun antar generasi.

Sudrajat bercerita pernah ditemukan artefak di salah satu atap kelenteng saat sedang direnovasi pada 1900-an. Di sana tertulis angka ‘1818’ yang diduga kuat sebagai tahun kelenteng berdiri.

“Ya (bukti kayu tertulis) 1818 itu sudah tidak ada, ini sangat kami sayangkan,” pungkasnya. (Nia/Len)

Komentar

Tinggalkan Balasan

News Feed