oleh

Kadinkes Kota Bekasi Akui Penyakit DBD Alami Penurunan

KOTA BEKASI, Beritapublik.co.id  – Kepala Dinas Kesehatan Kota Bekasi, Tanti Rohilawati menyatakan penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) pada tahun 2020 mengalami penurunan.

“Memang sejak 2018 hingga 2019 cukup tinggi tapi sekarang (2020) mengalami penurunan hampir 50%,” ungkap Kepala Dinas Kesehatan Kota Bekasi, Tanti Rohilawati disela-sela kesibukannya, Selasa (17/3).

Sebelumnya, Dinas Kesehatan Kota Bekasi mencatat ada 109 kasus DBD sejak awal tahun 2020 ini.

Kendati demikian, jumlah kasus DBD ini diklaim menurun hampir 50 persen dengan jumlah DBD pada tahun 2019 lalu.

“Di 2020 ini ada penurunan hampir 50 persen dari tahun 2019. Di tahun 2019 ada 199 kasus, tahun 2020 ada sekitar 109 kasus,” kata Tanti R saat dikonfirmasi beritapublik.co.id.

Dijelaskan Tanti, ada 128 kasus DBD di Bekasi pada Januari 2019 dan 71 kasus pada Februari 2019. Totalnya ada 199 kasus DBD pada Januari dan Februari 2019.

Sementara di 2020, hanya 45 kasus DBD pada Januari dan 64 kasus pada Februari. Totalnya ada 109 kasus DBD pada 2020.

Sedangkan, pasien DBD yang meninggal hingga kini belum ada di Bekasi.

Tanti menegaskan, terkait jumlah kasus DBD tersebut, pihaknya telah mengupayakan agar kasus DBD terus menurun setiap harinya dengan gencar sosialisasi.

Penurunan tersebut diklaim wanita berparas cantik ini, berkat kerjasama Dinkes dengan masyarakat. Selama ini, pihaknya disiplin menerapkan tiga upaya dalam menanggulangi DBD. Pertama pembentukan gerakan 1 rumah 1 jumantik (Juru Pemantau Jumantik). Dan memberikan informasi langkah – langkah antisipasi serta edukasi agar tidak terjadi atau tidak munculnya DBD.

“Kami ada promotif preventif sehingga ini yang harus digerakkan ke masyarakat begitu juga masyarakat untuk bisa mengantisipasi melalui perubahan perilaku yakni, hidup bersih dan sehat pastinya tidak ada sampah di lingkungan sendiri,” jelasnya.

BACA JUGA :  PERPANI Kota Bekasi Dorong DISPORA Kota Bekasi Fasilitasi Tempat Latihan Atlet

“Alhamdulillah, hal ini terus dijalankan secara berkelanjutan. Selain itu, kami juga melakukan penyuluhan disetiap Puskesmas untuk mensosialisasikan informasi gertak PSN (Pemberantasan Sarang Nyamuk,” kata Tanti.

Menurut Tanti, Dinkes Kota Bekasi tengah mengimbau kepada seluruh masyarakat untuk mari sama – sama melakukan 3M Plus antara lain, Menguras, Menutup, Mengubur dan Menimbun.

“Bagaimanapun juga perubahan perilaku kita sebagai leading sektor kesehatan pastinya memiliki tugas dan fungsi. Sehingga, ayo sama -sama kita cegah sesuai aturan yang ada,” pungkasnya. (Ndi/Len)

Komentar

Tinggalkan Balasan

News Feed