oleh

Pustaka Institute Ajak Masyarakat Gotong Royong Putus Mata Rantai Penyebaran COVID-19

JAKARTA, Beritapublik.co.id – Direktur Pustaka Indonesia Institute, Rahmat Sholeh, mengajak seluruh komponen masyarakat untuk memperkuat soliditas dan solidaritas dalam melawan penyebaran pandemi COVID-19.

Ajakan itu dituangkan dalam sebuah content video testimoni dengan menghadirkan beberapa narasumber yang memiliki kapasitas didalam bidangnya masing-masing.

Rahmat menjelaskan, maksud dan tujuan dibuatnya video tersebut antara lain ialah untuk memberikan wawasan kepada semua agar bersatu dan bergotong royong dalam hal menangkal serta memutus mata rantai penyebaran pandemi COVID-19 yang sedang melanda Indonesia.

 

“Kita semua harus saling bahu membahu untuk memutus mata rantai ini. Jangan kita acuh dan menyepelekan virus ini. Kita semua harus sadar untuk melindungi diri kita dan tetap mengikuti imbauan pemerintah,” jelas dia dalam keterangan tertulis yang diterima redaksi beritapublik.co.id, Selasa (21/4).

 

Dalam video berdurasi sekitar 15 hingga 20 menitan itu, A.Wildan, satu dari beberapa narasumber yang lain mengingatkan kepada seluruh masyarakat agar lebih disiplin dalam mentaati aturan-aturan yang sudah diterapkan pemerintah pusat maupun pemerintah didaerah masing-masing.

Apalagi, dikatakan Wildan, jika melihat data perhari ini sudah 7.000 yang terjangkit. Jadi, sambung Wildan, jika masyarakat tidak disiplin dalam mengikuti aturan-aturan yang sudah diterapkan pemerintah, virus ini tidak akan usai.

“Penyebaran wabah ini sudah mengkhawatirkan, jika tidak dilakukan pencegahan dengan cara swadaya dan taat aturan, saya kira tidak akan berhenti penyebarannya. Kita butuh kerjasama semuanya dalam memutus mata rantai virus ini,” kata Wildan selaku ketua Gerakan Relawan Bersatu (Gerebek) dibawah naungan BPBD Kota Bekasi.

Hal senada disampaikan Karyono Wibowo selaku Pengamat Sosial, ia mengapresiasi langkah pemerintah yang sangat serius dalam hal penanganan pandemi Covid-19 ini.

BACA JUGA :  Pepen - Tri Gelorakan Semangat Kemenangan di Kandang Banteng

Ia menilai pemerintah sudah sangat maksimal. Hal itu bisa dilihat dari kebijakan-kebijakan yang diambil. Salah satunya adalah meningkatkan alokasi anggaran yang diperuntukkan untuk kebutuhan para tenaga medis dan masyarakat.

“Pemerintah sudah sangat maksimal. Bisa kita lihat dari mulai meningkatkan untuk belanja penanganan kesehatan, bantuan iuran BPJS Kesehatan, untuk pekerja harian, upgrade RS rujukan pasien Covid-19 termasuk Wisma Atlet, insentif tenaga medis yakni dokter spesialis, dokter umum, dokter gigi, bidan, dan perawat. Termasuk juga untuk memberikan santunan kematian bagi tenaga kesehatan yang meninggal karena COVID-19”, bebernya.

Namun, Karyono menambahkan, itu semua akan sia-sia jika semua tidak bersatu padu untuk saling bekerjasama melawan penyebarannya dengan cara mengikuti imbauan yang pemerintah sudah berikan.

“Mari sama-sama kita sebagai masyarakat harus bergotong royong untuk memutus mata rantai itu. Jangan sampai pandemi ini berlarut-larut di negara kita sehingga menjatuhkan lebih banyak lagi korban jiwa akibat kita tidak disiplin dan taat aturan,” pintanya.

Disisi lain, Abdul Somad selaku Redaktur Rakyat Merdeka memastikan dan meyakinkan kepada khalayak, bahwa media akan memberikan berita yang akurat serta membangun optimisme masyarakat terkait pandemi COVID-19 yang sedang menimpa Indonesia.

Sehingga, sambung dia, masyarakat dapat mengetahui perkembangan wabah ini dengan bener.

“Pandemi COVID-19 ini adalah masalah kita bersama, jadi kita harus bersatu secara bersama-sama melawan serta memutus mata rantai virus ini. Dan salah satu tugas pers adalah memberikan informasi yang akurat dan valid kepada masyarakat agar masyarakat tidak terjerumus dengan berita-berita hoaks,” pungkasnya. (Nil/Len)

Komentar

Tinggalkan Balasan

News Feed