oleh

Jelang Hari Raya Idul Fitri, Nusa Pers buat Video Edukasi Waspadai Aksi Terorisme Selama Bulan Ramadhan

JAKARTA, Beritapublik.co.id – Paham radikalisme di Indonesia saat ini telah mempengaruhi masyarakat Indonesia. Meskipun jumlahnya tidak banyak terlihat secara kasat mata, namun hal ini harus segera diantisipasi dan dicegah agar penyebarannya tidak semakin menyebar luas ke seluruh rakyat Indonesia.

Radikalisme seringkali dikaitkan dengan terorisme, pasalnya radikalisme merupakan embrio lahirnya terorisme. Kelompok radikal dapat melakukan cara apapun agar keinginannya tercapai, termasuk meneror pihak yang tidak sepaham dengan mereka.

Meskipun banyak yang mengaitkan radikalisme melalui agama tertentu, pada dasarnya radikalisme merupakan masalah politik dan bukan ajaran Agama. Radikalisme mendambakan perubahan secara total dan bersifat revolusioner dengan menjungkirbalikkan nilai-nilai yang ada secara drastis lewat kekeraan (violence) dan aksi-aksi yang ekstrem.

Ketua Umum Nusa Pers, Abdul mengatakan dalam beberapa pekan terakhir, Polri gencar melakukan penangkapan terhadap anggota teroris di sejumlah wilayah. Seperti di Serang, Banten Densus 88 berhasil menangkap tiga orang terduga teroris. Kasus ini diperkirakan merupakan hasil pengembangan dari penangkapan teroris di Surabaya dan Sidoarjo, Jawa Timur. Dugaan sementara, para terduga teroris ini merupakan anggota dari Jamaah Ansharut Daulah (JAD) Jawa Timur.

 

“Penangkapan anggota teroris masif dilakukan oleh aparat pada saat bulan Ramadhan dan menjelang Idul Fitri. Hal ini dikarenakan para teroris yang berbaiat meyakini bahwa, apabila ‘amaliyah’ (aksi teror) dilakukan pada bulan Ramadan, memiliki keistimewaan tersendiri karena bila mereka mati, maka meninggal secara syahid. Sehingga, masyarakat perlu untuk mewaspadai adanya aksi terorisme selama bulan Ramadhan dan menjelang perayaan Hari Raya Idul Fitri,” tambahnya, Rabu, (13/5).

 

Melihat pentingnya hal tersebut, Abdul menegaskan, pihaknya turut mengambil bagian dalam mengedukasi masyarakat, salah satunya dengan membuat video pendidikan terkait bahaya radikalisme dengan menghadirkan narasumber yang kompeten di bidangnya masing-masing.

BACA JUGA :  Ini Dia Aksi Penolakan Kader Partai Golkar Kota Bekasi Minta Gedung Lama Dipertahankan

“Video edukasi tersebut direncanakan akan ditayangkan pada Kamis, (14/5) melalui berbagai macam platform media sosial,” pungkasnya. (Aul/Len)

Komentar

Tinggalkan Balasan

News Feed