JAYAPURA, Beritapublik.co.id – Peringatan Hari Juang TNI Angkatan Darat ke 77 Tahun yang jatuh setiap tanggal 15 Desember, diperingati secara sederhana yakni dengan doa bersama dan penyaluran bantuan kemanusiaan bagi korban musibah bencana.
“Peringatan Hari Juang TNI Angkatan Darat kali ini kita selenggarakan secara sederhana di tengah-tengah suasana keprihatinan dan empati yang mendalam kepada saudara-saudara kita yang tertimpa musibah bencana alam di berbagai daerah,” kata Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) Jenderal TNI Dr. Dudung Abdurachman, dalam amanatnya yang dibacakan oleh Kasdam XVII/Cenderawasih Brigjen TNI R. Sidharta Wisnu Graha.
Lebih lanjut disampaikannya, TNI AD tidak boleh melupakan rakyat dan sebaliknya TNI AD harus selalu di hati rakyat. Karena hanya dengan bersama-sama rakyat, TNI AD akan kuat dalam menjalankan tugas pengabdian pada bangsa dan Negara.
“Sejarah mencatat bahwa kebersamaan TNI dan rakyat merupakan kekuatan dahsyat yang mampu menjaga dan mempertahankan kedaulatan serta keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia,” tutur Brigjen TNI R. Sidharta Wisnu Graha.
Lebih lanjut dijelaskan, Palagan Ambarawa merupakan peristiwa monumental yang menjadi salah satu bukti dahsyatnya kekuatan yang terbangun dari bersatunya TNI dan rakyat, mampu mengantarkan TNI bersama rakyat mempertahankan kemerdekaan Indonesia. Peristiwa heroik inilah yang kemudian kita peringati sebagai Hari Juang TNI Angkatan Darat.
“Sebagai alat negara penjaga kedaulatan NKRI, seluruh prajurit TNI Angkatan Darat tidak boleh melupakan hakikat sebagai tentara rakyat yang senantiasa harus manunggal dengan rakyat,”
“TNI Angkatan Darat harus hadir di tengah-tengah kesulitan rakyat apapun bentuknya dan senantiasa menjadi solusi,” tegasnya.
Memasuki tahun politik Tahun 2024, Kasad menekankan kembali agar seluruh prajurit TNI AD memegang teguh jati dirinya sebagai Tentara Nasional yang hanya berpihak pada kepentingan negara serta terbebas dari pengaruh kepentingan politik praktis. Netralitas TNI telah menjadi harga mati yang harus terus dipedomani. (Ndi/Rs)










Komentar