oleh

Peringati Hari Anak Nasional Hospitals Lippo Cikarang Gelar Edukasi Hybrid

CIKARANG, Beritapublik.co.id – Guna Memperingati Hari Anak Nasional, Senin, (24/07/2023) Siloam Hospitals Lippo Cikarang menggelar edukasi secara hybrid (offline dan online) di Cikarang, Bekasi.

Edukasi akan efektivitas vaksin demam berdarah dengue (DBD) dan manfaatnya, khususnya pada usia anak dianggap relevan dan penting disampaikan, berdasarkan data di Indonesia akan kasus demam berdarah yang rata rata mencapai 121.000 per tahunnya dan 75% kasus demam berdarah terjadi di rentan usia 5 hingga usia 44 tahun dengan anak beresiko lebih terkena kasus ‘Dengue’ berat.

Dokter Spesialis Anak Siloam Hospitals Lippo Cikarang, dr. Theresia Santi pada edukasinya menyampaikan, apabila seseorang pernah terinfeksi virus dengue, kemudian mendapatkan vaksin DBD, maka ketika ia terinfeksi virus, kecil kemungkinannya untuk mengalami penyakit demam berdarah yang parah.

 

“Akan tetapi, jika seseorang yang belum pernah terinfeksi virus DBD namun telah mendapatkan vaksin DBD, maka ia akan melewatkan infeksi alami pertama dan memiliki risiko tinggi mengalami infeksi demam berdarah yang parah, seperti kebocoran plasma”, tutur Theresia

 

Pada dasarnya, pemberian vaksin lebihdifokuskan untuk seseorang yang sebelumnya pernah terinfeksi virus dengue. Soalnya, fungsi vaksin DBD sendiri adalah untuk mengurangi risiko keparahan dari gejala DBD yang akan dialaminya kelak.

“Jika diberikan pada anak yang belum pernah terinfeksi virus dengue, justru akan membuat anak terinfeksi berat,” terang wanita yang akrab disapa Theresia ini.

Dijelaskan dokter Theresia, selain pemberian imunisasi yang merupakan hak kesehatan primer anak, Vaksinasi menyelamatkan lebih dari lima nyawa setiap menit dan mencegah kematian 2-3 juta orang setiap tahunnya. Adapun infeksi virus ‘Dengue’ demam berdarah ditularkan oleh gigitan nyamuk “Aedes aegypty” yang terdapat 4 (empat) jenis DENGUE, yaitu tipe 1, 2, 3 dan 4.

BACA JUGA :  Berstandar WHO, Wantimpres Tinjau Laboratorium Biomolekuler di Bekasi

Peran dan Efek Samping Vaksin DBD

Pemberian vaksin demam berdarah tergolong  aman dan bisa ditoleransi dengan baik. “Asalkan diberikan pada seseorang yang sebelumnya telah terinfeksi demam berdarah,” pesan dr. Theresia.

Selain itu, terdapat efek samping vaksin demam berdarah yang akan muncul, seperti nyeri di lokasi suntikan, sakit kepala, serta timbulnya demam berskala ringan pun sedang.

Adapun akan gejala DBD umumnya adalah timbulnya rasa nyeri di belakang mata, nyeri pada otot, tulang dan sendi serta sakit kepala pun adanya ruan aray bercak merah dan mengalami muntah diiringi demam tinggi.

“Namun perlu pula diingat bahwa umumnya di hari ke tiga gejala DBD, rasa demam justru akan turun, gejala seperti muntah dan air urine berwarna gelap, serta badan mebnjadi lemas dan lainnya akan menjadi “penanda” untuk segera membawa anak atau pasien mendapatkan pertolongan medis di rumah sakit,” papar Theresia mengingatkan dihadapan puluhan peserta yang mengikuti edukasinya.

Sekedar informasi, dalam tataçlaksana pasien positif DBD, belum ada pengobatan atau antivirus khusus Dengue maupun severe Dengue, mengutip pernyataan WHO.

Vaksinasi atau Imunisasi DBD menjadi “jawaban” beberapa tahun terakhir ini dan telah melalui uji klinis fase 3, dengan lebih dari 20.000 orang di 8 negara endemis DBD.  Sedangkan pada Agustus 2022, izin BPOM untuk diberikan pada rentan usia 6 hingga usia 45 tahun di Indonesia. Dengan Efektifitas mencegah lebih dari 80% Kasus DBD dan mencegah serta ‘membantu’ lebih dari 95% kasus DBD berat yang dirawat di rumah sakit.

“Berkorelasi akan hal itu, kami di Siloam Hospitals Lippo Cikarang turut melayani pemberian imunisasi vaksin untuk usia 6-45 tahun,” pungkasnya. (Nia/ Len)

Komentar

Tinggalkan Balasan

News Feed