oleh

Dema Uin Jakarta Mendesak Para Elit Politik Hentikan Ego Sektoral

JAKARTA, Beritapublik.co.id – Dewan Eksekutif Mahasiswa Universitas Islam Negeri Jakarta (Dema UIN Jakarta) menyatakan sikap terkait persoalan-persoalan yang telah ramai diperbincangkan selama kontestasi pemilu berlangsung hingga pengumuman hasil pada 22 Mei mendatang.

Ketua Dema Uin Jakarta, Sultan Rivandi mengatakan, polarisasi dalam tatanan masyarakat terus mengkristal. Sehingga keakraban kewarganegaraan rusak akibat kompleksitas perpolitikan yang tak kunjung usai.

“Kontestasi pemilu secara teknis telah usai, namun keributan ini tak kunjung selesai,” kata Sultan dalam rilis yang diterima oleh redaksi beritapublik.co.id , Selasa, (21/5).

Lebih lanjut, ia menilai Isu-isu yang terus bergulir selama ini menjadi ambigu. Menanggapi hal tersebut, kata dia, ada beberapa hal yang mesti diluruskan. Pola mobilisasi yang liar secara narasi mesti dibuat border agar tetap dalam jalur konstitusi.

“Jangan sampai konflik orangtua yang tak berkesudahan ini, terlampiaskan pada generasi muda yang hanya menjadi objek percobaan,” ungkapnya.

Oleh sebab itu, ia menyambung, Dema UIN Jakarta secara kelembagaan menyatakan sikap sebagai berikut :

1. Dema UIN Jakarta Meminta pertanggung jawaban negara terhadap para korban yang gugur dalam menyelenggarakan pemilu 2019. Mengutip dari berbagai sumber, ada sebanyak 527 jiwa yang melayang dalam pelaksanaan pesta demokrasi yang dianggap terbesar. Betapa mahal negri ini, harus memakan korban untuk melahirkan sirkulasi kepemimpinan. Jangankan ratusan, satu nyawa lepas dari raga takkan bisa diganti dengan apa-apa.

2. Dema UIN Jakarta menolak keras segala tindakan yang dapat mencedrai nilai-nilai demokrasi di Indonesia. Tentunya fungsi pengawasan harus tetap dijalankan, dan evaluasi secara sistemik dalam undang-undang juga tetap segera dilaksanakan. Agar tak ada lagi yang tumbang dalam pelaksanaan pesta demokrasi yang akan datang.

3. Dema UIN Jakarta mendesak elit politik untuk menghentikan segala kepentingan ego sektoral guna mengembalikan kondusifitas dalam tatanan sosial kemasyarakatan. Hentikan kebodohan dalam menjalankan prosedur politik, dan mari dewasakan mental politik bangsa ke arah yang lebih dewasa.

BACA JUGA :  FBR Kota Bekasi Deklarasikan Dukungan Terhadap Jokowi - Maruf

4. Dema UIN Jakarta pada tanggal 22 Mei 2019 akan berdiri pada prinsip kebenaran dan prinsip kualitas demokrasi yang substansial. Dan mengevaluasi institusi terkait penyelenggara agar legalitas dan public trust terhadap lembaga tetap ada dalam masyarakat Indonesia. (Mon/Nil)

News Feed