oleh

BPJS Kesehatan Gelar Pertemuan Mentoring Spesialis TB

KOTA BEKASI – Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan Cabang Utama Bekasi menggelar Pertemuan Mentoring Spesialis TB dengan para Tenaga Kesehatan di Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) yang diadakan di RM Raja Sunda Bekasi pada, Kamis (7/12).

Purwati, Kepala Bidang Penjaminan Manfaat Primer pada BPJS Kota Bekasi mengatakan, kegiatan ini diselenggarakan untuk meningkatkan kompetensi dan refreshing pengetahuan mengenai penanganan penyakit TB di FKTP baik diklinik swasta maupun di puskesmas.

“untuk di diketahui bahwa di Kota Bekasi penyakit TB masih merupakan penyakit tertinggi pertama yang termasuk kategori non spesialistik yang dirujuk ke rumah sakit,” jelasnya.

Dalam kesempatan yang sama Siti Nurliah selaku Kasi P2PM Dinkes Kota Bekasi mengungkapkan, masalah TB di Jawa Barat adalah yang tertinggi secara nasional yaitu sekitar 18% dari keseluruhan total kasus.

“Oleh karena itu Kota Bekasi bersama 5 kabupaten/kota lainnya ditunjuk oleh Kementerian Kesehatan sebagai Pilot Project,” jelasnya.

Menurut Murniati Amra selaku Fasilitator TB, kader puskesmas, tokoh masyarakat, lintas sektor, itu yang dioptimalkan dalam membantu kita dalam menemukan kasus TB. Penyebaran TB yang cepat dan sangat mudah membuat tenaga medis rentan tertular.

“ruangan ber AC diruang periksa dokter membuat ada beberapa dokter yang terkena TB dan diakibatkan oleh pasien yang datang terinfeksi TB. Oleh karena itu lebih baik saat pasien datang dengan kondisi batuk, segera berikan masker dan apabila bisa disediakan ruangan tidak ber AC dan dibuka jendelanya apabila ada pasien TB,” ulasnya.

Sedangkan Harimurti Sumpawati selaku Wasor TB dari Dinas Kesehatan Kota Bekasi mengatakan bahwa pencatatan dan pelaporan kasus TB sangat penting untuk mengetahui penyebaran TB dan menuju Indonesia bebas TB pada Tahun 2050.

BACA JUGA :  Gedung Serbaguna, LPM Ciketingudik Diresmikan

“kerjakan apa yang kamu tulis, tulis yang kamu kerjakan, apabila kita tidak menulis apa yang kita kerjakan, kita tidak mempunyai catatan atau data, apabila sudah seperti itu bagaimana masyarakat mau percaya bahwa kita sudah bekerja,” katanya.

Perlu diketahui bahwa TB merupakan peringkat satu menyebabkan kematian dalam golongan penyakit infeksi, peringkat ketiga penyebab kematian setelah jantung dan ISPA. Masalah TB di Jawa Barat peringkat satu secara Nasional. Namun kasus terlapor tidak menggambarkan kasus keseluruhan dikarenakan masih banyak kasus yang miss atau tidak terlapor.

Sampai dengan November 2017 tercatat ada 121 FKTP yang terdaftar di wilayah BPJS Kesehatan Cabang Bekasi.

Dalam kegiatan tersebut hadir sebagai narasumber yaitu dr. Siti Nurliah selaku Kasi P2PM Dinkes Kota Bekasi, dr.CH Murniati Amra selaku Fasilitator TB dan dokter fungsional di Puskesmas Perumnas II, serta Harimurti Sumpawati selaku Wasor TB Dinkes Kota Bekasi. (Adv)

News Feed