oleh

Hasil Survey Bekasi Intitute, Sosok Lucky Hakim Kembali Mencuat

JAKARTA – Sosok anggota DPR RI Lucky Hakim kembali mencut kepermukaan setelah adanya hasil survey yang dilakukan oleh lembaga Bekasi Institute beberapa hari yang lalu.

Dalam hasil survey tersebut politis PAN berada pada peringkat kedua dibawah Walikota Bekasi Rahmat Effendi (petahana). Bahkan Lucky Hakim mengalahkan Mochtar Muhamad Politisi senior PDI Perjuangan.

Direktur Eksekutif Bekasi Institute, Abdul Shomad Kaffa menjelaskan, popularitas Rahmat Effendi mencapai 90.9 persen dengan tingkat kesukaan sebesar 82.2 persen. Sementara Lucky Hakim dikenal sebesar 74.3 persen dan disukai 65.5 persen berhasil mengalahkan politisi senior PDIP Mochtar Mohammad yang mendapatkan tingkat kepopuleran 70,3 persen dengan tingkat kesukaan 53 persen.

“Tingkat popularitas petahana 90.9 %, lucky Hakim 74.3% sedangkan Mochtar Mohammad 70.3%,” ujar Shomad melalui pesan tertulisnya pada, Senin (11/12).

Saat dikonfirmasi menanggapi hasil survei tersebut, Lucky Hakim mengungkapkan, yakin bisa menyaingi Rahmat Effendi atau pepen. Posisi kedua setelah petahana membuat dirinya tertantang, namun hingga kini belum ada keputusan terkait pencalonannya kembali di pilkada 2018.

“Saya belum menyatakan sikap saja sudah mendapati peringkat kedua, padahal belum deklarasi apalagi sosialisasi sebagai calon walikota,” tuturnya.

“insya Allah kalau saya benar-benar bergerak dan konsisten turun ke masyarakat dan melakukan konsolidasi serta kerja politik kongkrit maka saya yakin akan lebih tinggi lagi dan tentu akan berdampak pada meningkatnya elektabilitas,” tegasnya

Lucky juga menantang para calon walikota untuk jalan kaki menemui dan merespon keinginan masyarakat.

“sampai saat ini saya masih tetap menjaga performa saya olah raga jalan kaki 20 km perhari. Dan buat kandidat pilkada ya siap-siap saja adu jalan kaki bersama saya temui masyarakat,” tantangnya

BACA JUGA :  Terkait Sidak - Sidak Walikota Bekasi, Ini Kata Direktur Bekasi Institute

Pengalaman pernah ikut pilkada tahun lalu dan pileg DPR RI menjadi pelajaran untuk Lucky menghadapi Pilkada 2018.

“manusia hanya berusaha tetapi Allah yang menentukan. Ketika saya memutuskan ikut pilkada maka saya akan bekerja sekuat tenaga. Saya sudah dua kali ikut pemilu dan saya sudah banyak belajar dari yang lalu insya Allah akan jauh lebih efektif kali ini dan lebih masif,” pungkasnya.

News Feed