oleh

Walikota Bekasi Hadiri Panen Raya Bersama 3 Pilar

KOTA BEKASI – Dandim 0507 Kota Bekasi berhasil memberikan pendampingan terhadap para petani dalam swasembada pangan hal ini dibuktikan dengan dilakukannya panen Raya bersama tiga pilar.

“Program ketahanan pangan sejak 2015 sudah dilakukan MoU dengan Kepala staf TNI Angkatan Darat khususnya Babinsa yang ada diwilayah untuk melakukan pendampingan terhadap petani dan diteruskan perintah bapak Kasad, pangdam Jaya dan Dandim 0507,” kata Inf. Rahmat Danramil Kranji saat ditemui usai panen raya di bilangan Bekasi, Minggu (4/2).

Dikota Bekasi khususnya kecamatan Medan Satria telah beberapa kali dilakukannya panen raya, dengan lahan 3 hektar yang dikelola. Dalam 1 hektar mampu menghasilkan 15 Ton padi jenis Ciherang.

“Ini merupakan suatu program yang sangat membantu khususnya masyarakat kota Bekasi dan dapat mengembangkan pertanian agar lebih berdaya dalam ketahanan pangan,” ungkapnya.

Sementara Walikota Bekasi Rahmat Effendi berkesempatan hadir pada panen raya diwilayah RT 005 RW 09 kalibaru kecamatan Medan Satria Kota Bekasi.

Ia mengharapkan agar semua komponen yang tergabung dalam 3 Pilar dapat memaksimalkan segala potensi lahan yang ada di empat wilayah Kecamatan yaitu Medansatria, Bekasi Utara, Mustikajaya dan Jatiasih agar dapat ditanami padi.

“Nah ini yang menjadi fasilitator adalah pemerintah. Kalau pak Dandim, Danramil Kapolsek mempunyai keiginan dan kekuatan tapi tidak punya uang pasti. Oleh karena itu secara tehnis dinas pertanian ini mengkret program itu. Apalagi kalau sudah berhasil seperti panen padi disawah kalibaru ini,” kata Rahmat Effendi Saat Panen Akbar di Sawah Kalibaru Jl. Mawar Kelurahan Kalibaru Kecamatan Medan Satria Bekasi.

Lebih lanjut dia mengungkapkan, Jika satu Hektar lahan yang ditanami padi dapat menghasilkan 15 Ton ini menjadi suatu keberhasilan yang luar biasa.

BACA JUGA :  Dugaan Kasus Iklan Bank BJB, Rumah Ridwan Kamil di Geledah KPK

“Apalagi hasil panennya itu bukan hanya dinikmati oleh petani saja tapi juga oleh masyarakat sekitar,” tukasnya.

Nah lanjutnya, inilah suatu keberhasilan yang luar biasa bagi kota Bekasi. Masih ada beberapa kecamatan yang mempunyai lahan dikota Bekasi kalau semua dapat ditanami padi seperti disini (sawah kalibaru).

“Dari sinilah camat harus berperan kalau perlu anggarannya ditaruh disitu dari sejak dia mengolah sawah sudah disubsidi oleh pemerintah,” terangnya.

Pria yang biasa disapa Bang Pepen ini menganalogikan, tarolah pemerintah menganggarkan habis satu sampai dua milyar dalam hal itu, besoknya warga masyarakat atau petani – petani itu mempunyai nilai tambah dan mengangkat nilai ekonomi, sehingga laju pertumbuhan ekonomi dikota Bekasi bagus.

“Nah untuk itu bukanya saya atau siapaupn yang hadir disini tapi bentuk aplikatif kedepan itu tidaklah seremonial tapi sudah baku, inilah salah satu cara untuk menyelesaikan persoalan pangan di Kota Bekasi,” pungkasnya. (Nil)

News Feed