oleh

BBM Naik diam-diam, KAMMI Se-Jabodetabek Kepung Kantor Pusat Pertamina

JAKARTA – Ratusan kader Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) Se-Jabodetabek menggelar aksi kepung kantor Pertamina, Gambir Jakarta Pusat (12/4).

Koordinator KAMMI Se-Jabodetabek, Jimmy Julian mengatakan aksi ini buntut atas kelangkaan BBM jenis premium dan naiknya harga BBM jenis pertalite dalam dua bulan terakhir sehingga menyebabkan gejolak inflasi dan kenaikan bahan-bahan pokok.

“Kami datangi kantor Pertamina agar mereka tidak melakukan cipta kondisi memaksa masyarakat pindah ke BBM jenis pertalite yang lebih mahal dengan melangkakan BBM jenis Premium, juga menolak atas kenaikan BBM Jenis Pertalite yang diatur oleh Pertamina” Kata Jimmy, saat menyampaikan aspirasi didepan kantor Pertamina, Kamis (12/4).

Koordinator aksi, Risdam menjelaskan bahwa KAMMI Se-Jabodetabek selain menuntut Pertamina juga menuntut Pemerintah untuk tidak membenturkan masyarakat dengan mekanisme harga minyak dunia, karena akan menciptakan tekanan pada daya beli masyarakat ketika BBM naik secara diam-diam.

“Meskipun naiknya hanya seharga permen, tetapi kenaikan BBM memiliki dampak multiplier terhadap harga bahan pokok terutama menjelang datangnya bulan suci Ramadhan,” tuturnya.

Sementara Ketua KAMMI Daerah Bekasi, Egi Gustiana Putra menjelaskan bahwa kenaikan harga BBM ini sangat dirasakan oleh masyarakat Kota Bekasi sebagai kota industri dan perdagangan.

“Kenaikan harga BBM ini tengah mencekit masyarakat bawah di Kota Bekasi. Meski naik hanya beberapa rupiah namun telah menyebabkan inflasi sebesar 0,20 %. Di kota metropolitan, aktivitas dan usaha masyarakat sangat bergantung dengan bahan bakar,” terang Egi mewakili aspirasi daerahnya.

KAMMI Se-Jabodetabek melakukan aksi long march dari stasiun gambir menuju kantor pusat Pertamina dengan agenda tuntutan:

1. Menolak dengan tegas kenaikan harga BBM
2. Menuntut Pertamina menjaga ketersediaan BBM Jenis Premium
3. Menuntut Pertamina transparan dalam penentuan harga dasar pertalite dan tidak mencipta kondisi untuk memaksa masyarakat beralih ke BBM jenis pertalite.

BACA JUGA :  Direksi BNI Menyapa Nasabah di Kemeriahan Harpelnas tahun 2020

Diakhir aksi, KAMMI menuntut jika dalam waktu 1 minggu Pertamina tidak menurunkan harga, maka KAMMI akan kembali menurunkan masa lebih banyak lagi. (Ros)

News Feed