oleh

Mosi Tidak Percaya, Kepsek SMA Negeri 17 Kota Bekasi Dianggap Tidak Transparan

KOTA BEKASI – Puluhan Guru, TU dan karyawan SMA Negeri 17 Kota Bekasi menyatakan sikap Mosi tidak percaya terhadap kinerja Kepala Sekolah SMA Negeri 17 Kota Bekasi dan para Wakil Kepala Sekolah.

Mosi tidak percaya tersebut dilakukan lantaran kepemimpinan Waluyo dianggap otoriter dan tidak transparan serta akuntabel dalam pengelolaan keuangan.

Koordinator Mosi Tidak Percaya, Abdul Hakim yang juga salah satu pengajar di SMA Negeri 17 mengatakan, Ada 7 poin tuntutan kami salah satunya adalah transparansi, dan kami juga telah melayangkan surat kepada kepala sekolah untuk melakukan dialog namun akhirnya kepala sekolah tidak mau membuka diri.

” Sesuai dengan jadwal dialog yang telah ditentukan pada pukul 09:00 WIB namun gagal, dikarenakan kepala sekolah mau berdialog hanya dengan beberapa orang saja” ungkap Abdul Hakim.

Puncak dari gagalnya melakukan dialog bersama kepala sekolah SMA Negeri 17 Kota Bekasi. Puluhan Guru, TU dan Karyawan menggelar aksi dipelataran sekolah.

Ironisnya, lanjut Hakim saat salah satu Guru sedang menyampaikan aspirasinya dengan menggunakan pengeras suara, tiba – tiba kepala sekolah SMA Negeri 17 keluar dan mematikan mik dari ruangan.

Cek – cek mulut tak terhindarkan, namun penyampaian aspirasi tetap dilanjutkan dengan menggunakan toa.

Tak hanya sampai disitu, sambungnya kawan – kawan yang tergabung di mosi tidak percaya mengalami adanya tekanan – tekanan dan ancaman akan di pecat dari pekerjaan.

“namun kami tidak akan gentar, akan terus melanjutkan perjuangan ini hingga tingkat pusat,” jelasnya.

“Setelah ini rencananya kami para dewan Guru, TU, dan Karyawan akan mengantar langsung surat mosi tidak percaya ke Dinas Pendidikan propinsi Jawa Barat dan dilanjutkan ke Kementerian Pendidikan Nasional,” ungkapnya. (Ben)

BACA JUGA :  Kota Bekasi Akan Siapkan Wisata Edukasi Bagi Pelajar