KOTA BEKASI – Wali Kota Bekasi, Rahmat Effendi akhirnya melantik Reny Hendrawati sebagai Sekretaris Daerah (Sekda) hasil open bidding (lelang jabatan) yang telah dilakukan beberapa waktu lalu. Orang nomor satu se-Kota Patriot ini menyebut jika terjadi persoalan dalam penjaringan akibat rekomendasi sanksi Ombudsman menjadi tanggungjawab panita seleksi (pansel).
Hal ini ditegaskan Pepen sapaan akrab Wali Kota Bekasi usai melantik jajaran pejabat eselon II dan III dan IV yang digelar di Pendopo Kantor Wali Kota Bekasi. Menurutnya, terpilihnya mantan Kepala BKPPD itu telah sesuai dengan berbagai aturan yang berlaku.
“Urusan sanksi itu kan di Ombudsman. Bahkan, Ombudsman dan Pansel sudah ke Kemendagri. Saya kira urusan itu sudah selesai dan kita bukan asal menunjuk orang untuk jadi Sekda,” ujar Pepen kepada Beritapublik.co.id usai pelantikan, Rabu, (23/1).
Dia menambahkan, dari tiga orang yang masuk untuk direkomendasikan menjadi Sekda ke tingkat yang lebih tinggi telah melalui berbagai proses. Bahkan, dia menyebut telah melakukan berbagai pertimbangan dan melihat track record orang yang akan menjadi komando birokrasi pemerintahan yang saat ini dia pimpin.
“Mungkin kalau dibilang dari awal jadi ASN saya sudah tahu bagaimana kinerja beliau. Dari awal mulai pendaftaran semua kita serahkan kepada pansel. Saya pilih dengan ketelitian dan kehati-hatian dan sebagai orang Islam saya Istiqoroh.
Agar kedepan bisa dinamis, membuka maindset yang harus cepat tanggap dan mampu untuk meningkatkan kinerja jajarannya,” tegasnya.
Selain dianggap cakap dalam menjadi leadership, imbuhnya, Reny juga dinilai menguasi bidang administrasi kepegawaian dan pemerintahan. Modal itu, sangat penting dimiliki sebagai seorang Sekda mendampingi kepala daerah.
“Karena, jika kita lihat permasalahan di kota Bekasi itu-itu saja yang nilainya minim. Kita harus rubah pola pikir itu. Selain harus cekatan dalam mengamankan program pimpinan, Sekda juga harus bisa mengendalikan administrasi di bidang birokrasi. Karena dia adalah Presiden Direktur di dunia pemerintahannya,” terangnya.
Pada kesempatan itu, Pepen juga meminta kepada para seluruh pejabat eselon II untuk bisa segera menyesuaikan diri pada posisinya. Terlebih, dalam mengarahkan jajarannya dibawah agar bisa tercapai visi dan misi pimpinan.
“Pelajari betul arti sebuah pelantikan. Segera bekerja on duty. Saya yakin semua bisa menjadi aparatur yang punya kualitas dan menjadi seorang abdi negara dan rakyat yang baik,” pungkasnya.
Sekedar diketahui, selain melantik Sekda Kota Bekasi dia juga melantik 5 orang Kepala Dinas diantaranya adalah Kepala Disdukcapil Taufiqurrahman, Kepala DPMPTSP Lintong Dianto Putra, Kepala Distaru Junaedi, Kepala Dinas Kesehatan Tanti dan Kepala DBMSDA Arief Maulana.








