oleh

Begini Cara Menaker Hanif Kembangkan Motivasi SMK Bekasi

KOTA BEKASI – Menteri Ketenagakerjaan M. Hanif Dhakiri meminta siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) tidak perlu cemas dan khawatir menghadapi persaingan revolusi industri 4.0.

Pemerintah mendukung peningkatan kualitas generasi milenial di masa mendatang agar pasar kerja baru guna memperkuat pelatihan kerja, pemagangan dan membangun wirausaha-wirausaha baru.

Bahkan, motivasi Hanif Dhakiri ini, diberikan usai acara penyerahan lisensi Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP-P1) kepada enam SMK Kota Bekasi di SMK Karya Guna 1 Bekasi, Jawa Barat, Kamis (21/3).

Enam lisensi LSP P-1 SMK diserahkan Hanif Dhakiri kepada SMK Karya Guna1 Bekasi, SMK Bina Husada Mandiri, SMK Al- Bahri, SMKN 1, SMKN 6 dan SMKN 7 Kota Bekasi, Jawa Barat.

Hanif menjelaskan, penyerahan sertifikasi dalam rangka mendorong relevansi kompetensi lulusan SMK dengan kebutuhan pasar kerja/industri berjalan relatif baik. Pasalnya, profil pengangguran dominan berasal dari lulusan atau tamatan SMK.

 

“Sertifikasi ini, dapat membantu memfasilitasi anak-anak muda Bekasi agar masuk ke pasar kerja dan memulai wirausaha baru. Sehingga, kami mendorong agar sertifikasi kompetensi dapat terus ditingkatkan,” ungkap Hanif.

 

Hanif meyakini melalui sertifikasi profesi akan mampu mendongkrak angka pengangguran di tingkat SMK yang mengalami problem miss match di atas 50 persen. Pasalnya, saat ini masih harus perlu banyak perbaikan baik dari segi guru, sarana prasaranya.

Salah satu kontribusi Kemnaker merupakan memastikan agar sertifikasi kompetensinya juga harus diperbaiki. “Anak-anak diuji kompetensi, sehingga mereka memiliki keahlian tertentu sesuai pasar kerjanya,” paparnya.

Bagi SMK yang belum memiliki sertifikasi, lanjut Hanif Dhakiri, SMK tersebut dapat memprosesnya karena prinsipnya secara terbuka untuk semua. LSP yang diberikan untuk enam SMK di Bekasi ini namanya LSP P1. “Jadi, dia hanya bisa mensertifikasi untuk siswanya sendiri, tidak bisa sertifikasi siswa orang lain.

BACA JUGA :  Carut Marut PPDB Online, Ribuan Massa GMBI Akan Gelar Aksi

Menurut Hanif Dhakiri, sertifikasi kompetensi merupakan suatu alat instrumen pengakuan bagi keahlian yang dimiliki seseorang. Pasalnya, pihaknya akan mendorong terus agar sertifikasi kompetensi terus berjalan. Namun, di sisi lain, dunia usaha dihimbau dalam rekruitmen calon pekerja juga berbasis kompetensi.

“Jika sebelumnya persyaratannya lulusan SMA, Diploma, sarjana, maka kami minta ada lowongan kerja dikasih opsi. Misalnya, syarat minimal lulusan SMA atau bersertifikat kompetensi operator otomotif. Jadi, yang punya ijazah dapat gunakan ijazahnya. Sedangkan mereka yang tidak punya, bisa gunakan sertifikat kompetensi,” jelasnya.

Penyerahan enam LSP P1 oleh Menaker kepada enam SMK di Kota Bekasi, disaksikan oleh Dirjen Binalattas Kemnaker Bambang Satrio Lelono, Ketua Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) Kunjung Masehat, Wakil Ketua BNSP Miftakul Azis, Kepala Sekretariat BNSP Hery Budoyo, Ketua Yayasan Karya Guna Bangsa Sutrina, Kepala SMK Karya Guna 1, Achmad Natsiruddin dan 850 siswa SMK Karya Guna 1. (Nia/Len)