oleh

Nikmati Lezatnya Rica-Rica Kerbau di Farmer John

KOTA BEKASI, Beritapublik.co.id – Banyak kedai dan cafe saat ini menawarkan menu rica -rica sebagai hidangan utama. Kebanyakan dari mereka mengedepankan tampilan sebagai pembeda dengan menu kedai atau cafe lainnya.

 

“Resep Rica Rica daging kerbau merupakan salah satu resep andalan kami dalam mengolah daging kerbau menjadi masakan yang lezat dan mudah ketika hari Ramadhan, Idul fitri, dan Idul Adha,” Ali Yusuf Pratama Tacoh, selaku Owner Farmer John Senin, (22/4) yang berlokasi di Jalan Duren Jaya Kelurahan Duren Jaya, Kecamatan Bekasi Timur.

 

Rica-Rica sering dijadikan menjadi menu hidangan utama di berbagai kedai maupun cafe. Namun, ragam variannya hanya mengedepankan tampilan sebagai pebeda, dengan bahan utama daging sapi. Namun tidak untuk Farmer John yang ditawarkan daging kerbau, entok dan ayam.

Farmer John Hadir di Bekasi
Farmer John Hadir di Bekasi

“Kami menggunakan bahan utama daging kerbau menjadikan Rica- rica ini mempunyai sensasi rasa yang beda,” tutur pria yang akrab disapa Yusuf ini.

Yusuf mengatakan, daging kerbau yang dipilih tidak sembarangan. Ia memilih daging kerbau dengan kualitas tinggi. Harga yang ditawarkan sangat terjangkau.

“Rasanya yang gurih, pedas dan tekstur yang tidak keras membuat menu rica-rica ini sangat nikmat ketika dikunyah. Selain itu, daging kerbau juga memiliki protein yang tinggi, kandungan Omega 3 dalam daging kerbau¬† juga sangat bermanfaat untuk perkembangan otak, otot dan tulang serta perbaikan gizi.

Yusuf mengaku, mengkreasikan menu yang utama yakni, daging kerbau. Jangan khawatir bagi pecinta kuliner yang tidak suka daging kerbau bisa mencoba rica-rica entok dan rica-rica ayam sesuai selera.

“Kami selalu mengedapankan inovasi dan juga rasa yang nikmat sebagai kekuatan dalam menawarkan menu-menunya. Untuk itu kami selalu menciptakan menu-menu baru yang bisa dinikmati pengunjung dengan harga yang terjangkau,” kata Yusuf.

BACA JUGA :  2 Dua Perusahaan Pencemar Kali Bekasi Akhirnya Disegel Oleh Pemkot Bekasi

Berawal dari memiliki hobi makan. Lanjut Yusuf, pihaknya mendirikan usaha kuliner, mengusung konsep tempat nongkrong anak muda.

“Target kedai kami, untuk semua kalangan, serta diperuntukan bagi jiwa muda awalnya,” jelasnya.

Harga menu bervariasi, untuk kerbau rica-rica Rp20 ribu, Entog rica-rica Rp20 ribu, ayam rica-rica Rp20 ribu. Namun, selama dua hari ini pihaknya memberikan promo secara cuma-cuma seharga Rp10 ribu. Sementara, untuk minuman,
yang bisa dinikmati, antara lain Teh manis Rp3 ribu, Nutrisari Rp3 ribu, Taro Rp5 ribu, Milo Rp5 ribu, Kopi Hitam Rp3 ribu.

Alasan memilih jenis menu kuliner kerbau rica-rica. Selain asal dari Manado, dan menyukai masakan pedas. Resep, yang dipakai diwariskan langsung dari almarhum ayah. Sedangkan, asal usul Farm John berasal dari kata petani ternak yang hasilnya dari ternak.

Jam operasional Farmer John untuk weekdays buka dari pukul 14.00 sampai 22.00 WIB. Sementara, weekends mulai dari pukul 16.00 hingga 23.00 WIB.

Menariknya makan Rica-rica berbeda ditempat lain, karena bumbunya terdiri dari sereh, bawang merah, cabai yang banyak. “Bumbu kami, khas rempah-rempah, yang unik bumbu di kedai kami diracik dengan cara diblender bukan digeprek sehingga aromanya lebih wangi,” tambahnya.

Tak hanya itu, Rempah rempah ini dipadu dengan gagasan anak milenial. Sesuai dengan program Presiden RI kemarin, Joko Widodo yaitu, anak-anak harus bisa membuat suatu usaha. “Jangan mencoba menjadi pegawai. Anak-anak milienial harus memiliki ide untuk membuat kedai sendiri. Berbeda dengan konsep biasanya, daging kerbau dan entok menjadi pilihan menu utama di Farmer John. Selain jarang ditemui di kedai atau cafe lain. Gizi kerbau lebih baik dari sapi dan dagingnya lebih lembut serta kenyal ketika dinikmati,” tegasnya.

BACA JUGA :  Lanjutkan Estafet Kepemimpinan, HIPMI Bekasi Raya Gelar Muscab

Yusuf memaparkan, intinya adalah menjadi wirausaha. Alasan memilih usaha kuliner karena banyak orang ingin makan setiap hari. Apalagi, usaha kuliner merupakan suatu kebutuhan masyarakat.

Kemudian, bumbunya diproses dengan perpaduan rasa dari Manado dan campuran Indonesia dan Eropa.

Untuk pembelian bahan daging dirinya memiliki langganan yang sudah dipercayai olehnya dan hal tersebut merupakan rahasia dapur.

“Selama ini orang lebih suka daging sapi daripada daging kerbau. Padahal lebih enak dan lezat daging kerbau,” paparnya.

Penyajian kerbau rica-rica tidak lama hanya 5 menit untuk pengunjung menunggu masakan hingga matang. Sementara, kapasitas tempat duduk mampu menampung 100 orang. Omset yang didapatkan per hari Rp100 ribu. Meskipun kedai ini baru dua hari dibuka.

“Konsep lesehan diambil selain karena lebih dikenal, rasanya enak, tempatnya nyaman, santai, dan merupakan makanan rakyat yang bisa dinikmati semua kalangan. Apalagi, jika ada pasangan anak muda yang datang tidak perlu menyiapkan kantong dengan harga yang tinggi, sudah bisa langsung makan untuk porsi dua orang hanya mengeluarkan Rp50 ribu. Sementara, di restauran bisa mengeluarkan uang dengan biaya mahal untuk makan dua orang,” kata Yusuf.

Fasilitas yang bisa dinikmati di Farmer John, wifi gratis dan lokasi yang strategis di pinggir jalan. Sedangkan untuk pesanan disesuaikan dengan jarak dan jumlah pesanan yang bisa dipesan melalui Go-food mencapai 40 orang jika jarak jauh seperti di Jakarta.

“Saya berharap, Farmer John bisa dikenal semua kalangan. Dan pengunjung bisa menjadi pelanggan setia kami,” pungkasnya. (Len)