oleh

Wujudkan Situasi Kondusif Pasca Pemilu, IPMJ Akan Gelar Diskusi

JAKARTA, Beritapublik.co.id – Ikatan Pers Mahasiswa Jakarta (IPMJ) berencana akan menggelar diskusi bareng media massa dengan mengangkat tema “Optimalisasi Pers Dalam Mewujudkan Situasi Kondusif Pasca Pemilu 2019”.

Kegiatan tersebut akan dilaksanakan pada tanggal 20 Mei 2019, Pukul 15.00 s/d selesai bertempat di RM Handayani Jl. Matraman Raya, Jakarta Timur.

Akan hadir sebagai narasumber yaitu Asep Saefudin, MS.i dari Manajer Riset Indo Barometer, KH. Masduki Baidlowi (PBNU), Dr. Rajab Ritonga (Direktur UKW PWI Pusat) dan Dr. Hery Haryanto Azumi dari Sekjend Majlis Dzikir Hubbul Wathon.

Ketua Panitia, Achmad Aulia mengatakan, bahwa kegiatan ini dalam rangka meluruskan polemik yang terus mengemuka baik hasil quick count atau hitung cepat dari sejumlah lembaga survei kredibel.

Berdasarkan hasil quick count dan real count sementara, pasangan calon nomor urut 01 sebagai
pemenang pemilihan presiden 2019. Di sisi lain, kubu 02 terus melakukan politik membangun persepsi publik, bahwa merekalah pemenang Pilpres 2019 sehingga membangun narasi ketidakpercayaan kepada proses Pemilu dan memprovokasi massa.

“Tentu suasana semakin memanas ketika publik juga dibombardir isu tentang kecurangan Pemilu. Sebaran isu tersebut meliputi perbedaan C1 dan data KPU, adanya surat suara tercoblos untuk pasangan 01 Jokowi-Ma’ruf Amin, hingga netralitas KPU,” Ungkap Aulia kepada awak media di Jakarta, Jumat (17/04).

Selian itu, lanjut Aulia, pembicaraan semakin intens dan merambah dunia maya dengan ditandai oleh naiknya tagar-tagar provokatif seperti #KPUJanganCurang, #SaveOurDemocracy, hingga #INAelectionOnserverSOS, sehingga ini semua perlu di dudukan dan di bicarakan bersama agar masyarakat tidak mudah termakan provokasi dan isu yang berkembang.

Aulia juga mengajak masyarakat untuk datang dalam acara tersebut demi tercerahkan dan tidak mudah termakan isu yang tidak menguntungkan untuk persatuan dan kesatuan bangsa kita.

BACA JUGA :  Tantangan Besar Pers dan Millenial, Antara Hoaks dan Indepedensi Mengawal Pemerintahan

“Mari datang dalam acara tersebut agar kita bisa mem filter isu dan tidak mudah termakan, apalagi sampe terprovokasi, ini demi persatuan dan kesatuan bangsa yang kita cintai,” harap Aulia.

Sementara itu, Ketua Bidang Ekonomi Kreatif pada Himpunan Mahasiswa Islam Cabang Jakarta Timur (HMI Cabang Jaktim), Nurul Huda mengungkapkan bahwa situasi nasional memang agak memanas, perlu pendewasaan berfikir bagi masyarakat agar tidak mudah terprovokasi dan mudah termakan isu.

“sehingga baik elit politik dan tokoh masyarakat agar bisa menjadi penengah yang bijak bagi masyarakat agar tenang dan adem selalu,” ungkapnya.

Dia juga meminta agar baik KPU dan Bawaslu harus bisa menjaga netralitas nya karena mereka adalah ujung tombak demokrasi kita, sehingga jurdil harus jadi pedoman bagi mereka. (Ros/Mat).

News Feed