oleh

Mengenal HIV Positif Lebih Dekat

KOTA BEKASI, Beritapublik.co.id – Apa itu penyakit HIV/AIDS? Penyakit ini sering kali ditakutkan bagi banyak orang. Padahal, jika dipahami lebih lanjut tidak demikian.

HIV sendiri merupakan singkatan dari Human Immunodeficiency Virus. Ya, HIV merupakan sebuah virus yang menyerang sistem kekebalan tubuh (imunitas) manusia. Ciri-ciri ODHIV (Orang dengan HIV) tubuhnya tidak akan mampu melawan infeksi dan penyakit apabila tidak segera dilakukan langkah pengobatan. Akibatnya, kondisi kekebalan tubuh pasien dengan HIV akan semakin melemah dari hari ke hari.

Menurut salah satu ODHIV (Orang dengan HIV) , Lastri, proses penularan HIV, seringkali dinilai kalangan masyarakat awam dapat dengan mudah tertular, padahal tidak demikian hanya, virus HIV bahkan dapat ditekan supaya tidak berkembang dengan patuh untuk mengikuti terapi ARV (Antiretroviral), bahkan sampai taraf tidak terdeteksi yang berarti tidak lagi dapat menularkan secara seksual.

Beberapa proses penularan virus antara lain, melalui proses penularan HIV melalui transfusi darah orang yang HIV positif, seks bebas tanpa menggunakan pengaman (kondom) dengan seorang yang hiv positif, ibu yang positif HIV dan belum melakukan terapi ARV dan dapat menularkan kebayinya.

Selain itu, penggunaan alat suntik atau jarum tato secara bersamaan, khususnya untuk pengguna obat-obatan terlarang yang kerap kali berbagi alat suntik.

Bahkan, Ibu hamil yang positif HIV atau ODHIV (Orang dengan HIV) positif, akan menularkan virus ini ke bayinya. Kemudian, tranfusi darah yang tidak steril. Semua hal diatas terkait penularan sebenarnya dapat dicegah.

 

“Jenis pengobatan HIV, saat ini dilakukan bukan hanya untuk menghambat pertumbuhan virus di dalam tubuh pengidapnya tetapi juga menekan jumlah virus tersebut hingga dalam taraf tidak terdeteksi. Pengobatan untuk HIV ini akan memperpanjang usia dan membuat pengidapnya dapat melakukan aktivitas sehari-hari secara normal bahkan memiliki kualitas kehidupan yang sama dengan orang tanpa hiv, bahkan tidak lagi menularkan keorang lain” ungkap Lastri saat ditemui di sela-sela kesibukannya di Favehotel Ahmad Yani Bekasi, tepatnya di Jl. Raya Pekayon No.1, Kelurahan Pekayon Jaya, Kecamatan Bekasi Selatan melalui Pelatihan Media dan CSO, Indonesia AIDS Coalition (IAC) mengusung tema Pemberitaan Media yang positif bagi ODHA selama tiga hari, dari Senin, (17/6) hingga Rabu, (19/6).

 

BACA JUGA :  Bawaslu Kabulkan Gugatan Partai PKPI, PBB Dan Partai Idaman

Banyak orang beranggapan bahwa, bersentuhan atau berdekatan dengan penderita HIV itu berbahaya. Padahal, sudah jelas bahwa, penularan HIV hanya dapat dilakukan jika melakukan hubungan seks ataupun pertukaran cairan tubuh yang mengandung cukup virus hiv dengan pengidapnya. Artinya, HIV tidak akan tertular jika hanya berbicara atau bersalaman dengan ODHIV ataupun melalui kontak sosial lainnya.

Sejatinya, HIV ialah virus yang cukup lemah. Virus ini tidak dapat bertahan lama di luar tubuh manusia. “Virus ini bisa ditemukan di berbagai cairan tubuh ODHIV dengan kadar konsentrasi atau jumlah yang berbeda.

Ada empat syarat hiv bisa ditularkan melalui
Exit, Sufficient, Survive, Enter (ESSE) dimana keempat syarat diatas harus dipenuhi. Satu dari syarat diatas tidak terpenuhi maka tidak akan terjadi penularan.

Virus ini tidak bisa menular hanya melalui urin atau keringat. Virus HIV ini juga tidak menyebar melalui udara. “Tidak perlu khawatir tertular ketika melakukan komunikasi tatap muka dengan penderita HIV,” pungkasnya. (Nil/ Len)