oleh

Puluhan Paguyuban Pedagang Mie Ayam dan Bakso Minta Kebijakan Pemda untuk Berikan Kebebasan Berdagang Keliling

KOTA BEKASI, Beritapublik.co.id – Puluhan pedagang bakso yang terlibat dalam Paguyuban Pedagang Mie Ayam dan Bakso (Papmiso) Indonesia, Rabu (13/11), menggelar audiensi dengan Komisi IV DPRD Kota Bekasi.

Audiensi tersebut memiliki tujuan untuk menyampaikan keluhan pedagang yang dilarang keliling serta mendapat perlakuan keras dari security kawasan Perumahan Harapan Indah Bekasi beberapa waktu lalu.

“Kami cuma minta jangan larang kita berjualan keliling di Negeri ini,” ungkap Ketua Paguyuban Pedagang Mie Ayam dan Bakso (Papmiso) Indonesia, Yanto SBY.

Ironisnya, tindakan kekerasan yang dialami Soleh, sebagai pedagang bakso keliling yang ditabrak oleh Security Perumahan Harapan Indah Bekasi.

Dijelaskan Yanto, hal ini merupakan upaya intimidasi terhadap pedagang kecil yang dianggap bertentangan dengan norma-norma kemanusiaan.

“Imbas dari tindakan kekerasan tersebut, Mas Soleh pulang kampung ke Jawa karena ketakutan. Sementara, Mas Sukri yang biasa keliling bareng Soleh dilarang keliling dan melintas di jalan kawasan perumahan itu,” kata Yanto seraya prihatin terhadap peristiwa yang dialami Soleh.

“Korban berjualan hanya untuk memenuhi kebutuhan ekonomi keluarga. Sedagang kondisinya Mas Soleh ketakutan, bagaimana dengan nasib keluarganya. Siapa yang bertanggung jawab,” keluh Yanto.

Dalam audiensi tersebut, Yanto dan beberapa anggota paguyuban meminta kepastian perlindungan agar para pedagang bakso keliling tidak diamputasi haknya sebagai warga negara.

“Indonesia sudah merdeka tetapi pedagang kecil masih ditindas dan dilarang berjualan di negeri ini. Mana keadilan bagi rakyat jika masih terjadi diskriminasi sosial,” tegas Yanto ketika diterima perwakilan Komisi IV DPRD Kota Bekasi, diantaranya Sardi Effendi (ketua), Rudy Heryansyah (wakil) dan Ibnu Hajar Tanjung (anggota).

Lebih lanjut Yanto menambahkan bahwa, di Kota Bekasi banyak pengembang perumahan yang melarang adanya pedagang bakso keliling.

BACA JUGA :  Kepung Leasing PT Andalan Nasabah Babak Belur

Kemudian, Yanto menantang kepada anggota DPRD Kota Bekasi untuk menyamar menjadi pedagang keliling, guna memastikan bahwa upaya diskriminasi masih terjadi.

“Ayo kita tantang anggota dewan nyamar jadi pedagang di kawasan Harapan Indah dan Summarecon, pasti dilarang,” paparnya.

Sementara itu, Ketua Komisi IV, Sardi Effendi, mengatakan, kedatangan para pedagang adalah meminta perlindungan dan kepastian dari pemerintah daerah agar tidak ada larangan berdagang.

“Mereka ingin kebijakan pemda agar bisa melindungi dan memberikan kebebasan dan keleluasan berdagang keliling,” ucap Sardi.

Sardi menjelaskan, dalam regulasi tidak ada pelarangan di sebuah kawasan pemukiman terhadap pedagang kecil. Bahkan pengembang dianjurkan agar memberikan kesempatan pengusaha kecil untuk tumbuh dan berwirausaha di kawasan perumahan.”Tidak melanggar. Bahkan, pengembang diwajibkan menghidupi usaha kecil,” tegas Sardi.

Sementara, langkah yang ditempuh komisi IV, kata Sardi, untuk memanggil pihak pengembang Kawasan Perumahan Harapan Indah untuk mengklarifikasi dan mencari titik temu dari persoalan ini.

“Secepatnya agar membuat nota dinas ke pimpinan dewan untuk memanggil HDP,” pungkasnya. (Nia/Len)