oleh

Universitas Bhayangkara Jakarta Raya Adakan Seminar Internasional Soal Keamanan Siber Bersama 7 Pembicara dari Berbagai Negara

KOTA BEKASI, Beritapublik.co.id – Universitas Bhayangkara (Ubhara) Jakarta Raya bersama Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) perwakilan negara tetangga mengadakan Seminar Nasional, berlokasi di Auditorium Graha Tanoto, Senin (2/12).

Seminar yang mengusung tema “International Conference On New Security Challenges Facing Cyber Threats From Multidisciplinary Approach” dihadiri oleh ratusan mahasiswa dan menghadirkan narasumber dari akademisi 7 negara.

Seminar ini bakal diisi pembicara internasional dari Amerika, Norwegia, Singapore, Malaysia, Vietnam, Filipin dan Indonesia. Sebanyak 400 peserta dari dalam dan luar negeri hadir mengikuti seminar ini.

 

“Pembicara tersebut merupakan ahli-ahli keamanan siber tingkat dunia” kata Ketua Pelaksana sekaligus Kepala Lembaga Penelitian, Pengabdian Masyarakat dan Publikasi Universitas Bhayangkara Jaya, Ir. Djuni Thamrin.

 

Pria yang akrab disapa Thamrin mengatakan, melalui seminar internasional ini, pihaknya mampu mengedukasi kaum milenial terkait bahaya penggunaan gadget di era globalisasi.

 

Seminar Internasional Soal Keamanan Siber.
Seminar Internasional Soal Keamanan Siber.

 

“Kami mendatangkan 7 narasumber dari berbagai negara, agar bisa saling share soal pengamanan dan kejahatan siber dinegara masing- masing,” kata Thamrin disela-sela kesibukannya kepada para media dalam keterangannya saat Konfrensi Pers.

Menurutnya, saat ini Indonesia telah menjadi contoh sebagai pusat dan sekaligus gravity kerentanan dunia maya. Secara global, kondisi ini dapat menjadi sasaran empuk serangan siber.

Sebagai pengguna smart phone terbanyak di dunia, Indonesia mempunyai server dengan tingkat keamanan yang masih terbatas. Sehingga, tidak jarang menjadi target-target serangan domestik, tetapi juga sebagai launchpad untuk target serangan di seluruh dunia.

Beberapa negara di Asia telah berada di puncak transformasi digital, yang juga telah terbukti dapat mendorong kemajuan infrastruktur dan teknologi baru untuk meningkatkan kemampuan ekonomi.

 

Seminar Internasional Soal Keamanan Siber.
Seminar Internasional Soal Keamanan Siber.

 

Bersamaan dengan perkembangan positif itu, terletak pula kebutuhan nyata untuk melindungi output dan aset yang dihasilkan dari revolusi teknologi tersebut.

BACA JUGA :  DPD Pemuda Lira Kota Bekasi, Berikan Bantuan Korban Bencana Gempa

“Ibarat gadis cantik, Indonesia adalah pengekspor informasi menuju dunia Barat yang membawa jutaan data penduduk beserta aktivitasnya,” ungkapnya.

Hal itu berarti semua rahasia dan kecenderungan serta pola konsumtif rakyat Indonesia secara mudah bisa dibaca oleh pemilik modal di dunia Barat. Sehingga, proses eksploitasi baru dengan mudah bisa dijalankan oleh mereka.

Indonesia juga memiliki salah satu pengguna internet dengan jumlah tertinggi di dunia, dengan lebih dari 80 juta pengguna aktif mengakses layanan online dari beberapa perangkat.

Dengan sedikit atau tanpa kendali sama sekali atas penggunaan perangkat keras oleh para warganet Indonesia, mereka telah membawa serta arus informasi yang sangat terbuka dan rentan terhadap berbagai jenis intrusi spionase digital, kejahatan dunia maya, serangan dan bahkan perang siber.

Sementara itu, Wakil Kepala Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) Komjen Dharma Pongrekun usai menjadi narasumber menegaskan, sebelumnya sangat jarang sekali maraknya hoaks ataupun ujaran kebencian serta soal radikalisme.

“Namun setelah adanya migrasi menuju tekhnologi di era globalisasi sekarang ini hal tersebut sangat marak sehingga perlu diwaspadai kedepan,” kata Komjen Dharma.

Komjen Dharma mengatakan, teknologi seperti gadget saat ini sudah dikenal digenggaman masyarakat hal tersebut tentu bekerja secara masif, artinya penyebaran informasinya secara bersamaan yang terkadang tanpa disadari sulit terkontrol.

“Kita perlu adanya regulasi dan proteksi atau perlindungan diri secara personal termasuk proteksi bagi suatu negara, apalagi penyebaran hoaks secara masif menjadi pemecah negara,” tandasnya.

Sekadar Informasi, kegiatan ini dihadiri oleh pembicara hebat antara lain, Prof. Dr. Abu Bakar Munir dari University Malaya, Malaysia, Prof. Dr. Hermawan Sulistyo dari Kepala Pusat Kajian Keamanan Nasional Universitas Bhayangkara, Tamra.H.Greig dari US Embassy Deputy Principal Officer, Dr. Jiow Hee Jhee dari Singapore Institute of Technology, Pastor Argualles Jr, Ph.D dari Universitas Perpetual Help System The Philippines, Dr. Aksel Tomte dari University of Oslo Norwegia dan Dr. Do Giang Nam dari Vietnam National University. (Nia/Len)

BACA JUGA :  FBR Kota Bekasi Deklarasikan Dukungan Terhadap Jokowi - Maruf