oleh

‘New Normal’ Kehidupan Baru Di Tengah Pandemi

New normal, akhir-akhir ini kita sering di sajikan dengan informasi “New Normal” baik di Tv, media online, media cetak maupun sosial media. New Normal yaitu suatu kebiasaan baru yang balum pernah dirasakan sebelumnya, ini merupakan salah satu opsi dan bahkan solusi yang dikeluarkan oleh pemerintah agar masyarakat bisa beraktifitas dan produktif kembali terutama dalam 11 sektor yang ditetapkan oleh pemerintah mulai dari kesehatan hingga Industri dan Perekonomian.

Namun, pada konsep tersebut bukanlah kehidupan masyarakat kembali seperti yang lalu, tetapi kehidupan masyarakat dengan kondisi baru, kondisi yang belum pernah di alami sebelumnya, kondisi yang masih asing jika dijalankannya, dan kondisi yang mungkin akan membuat kita semua merasa kesulitan dari biasanya.

Banyak yang bertanya-tanya apakah pemerintah sudah tidak mampu menangani pandemi hingga benar-benar selelsaisehingga mengularkan rencana dan bahkan itu dianggap sebagai solusi. Jika kita melihat dibeberapa negera yang sudah menerapkan New Normal tersebut seperti China, Vietnam, Malaysia, Jerman, dan Negera lainnya yang merupakan negera-negera yang sudah berhasil mengendalikan bahkan menekan jumlah perseberan Corona Virus Disease (COVID-19) di negera mereka masing-masing dengan sudah memenuhi kriteria World Health Organization (WHO), tentu itu bukanlah hal yang mudah bagi mereka, dengan kedisiplinan yang tinggi pada masyarakatnya dan kebijakan yang tegas dari pemerintahnya sehingga membuat mereka sampai pada tahap tersebut.

Indonesia pada saat ini sedang mempersiapkan tatanan kehidupan yang baru atau “Ner Normal”, semua data dan informasi terkait jumlah angka perseberan terus dikaji oleh pemerintah, hingga persoalan kebutuhan apa saja yang perlu disiapkan jika hal tersebut diberlakukan sudah dalam proses persiapan, itu semua masih terus di kaji dan di siapkan oleh pemerintah untuk mempersiapkan secara matang “New Normal” tersebut, agar bisa di jalankan dengan baik. Maka dengan keseriusan pemerintah untuk mengambil langkah “New Normal” tersebut membuat pemerintah harus turun langsung untuk meninjau kesiapan “New Normal” tersebut, ada beberapa daerah yang dinilai sudah siap untuk menerapkan kebijakan “New Normal” mulai dari DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Daerah Istimewah Yogyakarta dan Bali, untuk daerah lainnya akan menyusuaikan jika angka trend perkembangan dan persebaran Corona Virus Disease (COVID-19) sudah landai.

BACA JUGA :  Tri Adhianto Sidak Prokes di Klaster Industri Kota Bekasi

Dalam upaya penerapan tatanan kehidupan yang baru dan produktif pemerintah harus memiliki langkah kebijakan yang tepat dan cermat, karena para ahli kesehatan dan dokter mengatakan jangan terlalu terburu-buru dalam mengambil kebijakan yang menyangkut hajat hidup orang banyak, pemerintah dituntut harus mampu dengan teliti melihat situasi dan kondisi saat ini, agar dari kebijakan tersebut tidak menyebabkaan terjadinya kerugian pada masyarakat yang semakin besar, pemerintah harus dengan serius mempersiapkan hal tersebut mulai dari aturan protokoler kesehatan yang baik hingga pedoman tata cara hidup yang baru. Jika pemerintah sudah matang dalam mempersiapkan segala hal untuk menyambut kehidupan yang baru kemungkin itu semua akan segara diterapkan.

Jika kita melihat perkembangan saat ini, sebenarnya Indonesia belum siap dalam mengambil langkah yang namanya “New Normal”, karena perkembangan persebaran Corona Virus Disease (COVID-19) masih belum terlalu landa, sebaiknya pemerintah terlebih dahulu fokus bagaimana menekan dan bahkan memutus perseberan virus tersebut, meskipun di sebagian wilayah sudah mulai landai/menurun, tentu itu merupakan kabar yang baik bagi kita semua, namun kita jangan sampai terlena melihat angka penurunan tersebut, kita harus tetap wasspada dan juga tetap menjaga kesehatan serta jarak sesuai dengan pedoman yang dikeluarkan oleh kementrian kesehatan. Turunnya angka persebaran Corona Virus Disease (COVID-19) merupakan kabar baik yang ditunggu-tunggu seluruh masyarakat Indonesia yang sudah hampir 2 bulan lebih menjaga jarak, menjaga kesehatan hingga berdiam diri dirumah saja, rencana akan adanya penerapan “New Normal” tentu di sambut baik oleh masyarakat, karena tempat-tempat yang sempat dilarang dikunjungi akan segara di buka kembali mulai dari tempat beribadah, Pelayanan Publik hingga tempat berbelanja seperti Mall dan bahkan tempat hiburan.

BACA JUGA :  Aksi Solidaritas, Ini 5 Tuntutan Aksi #SaveMirahSumirat

Indonesia akan memulainya sebentar lagi, kehiduapan yang baru dan juga produktif, namun perlu diingat untuk kita semua bahwa dengan diterapkannya pola kehidupan yang baru buka semata-mata bahwa kita bisa melakukan kegiatan seperti sebelum datangnya pandemi ini, semua pola kehidupan diatur dengan tingkat keamanan dan kesehatan yang cukup tinggi, maka harus tetap menjaga jarak dan tingkat keamaaan kesehatan sesuai pemerintah harus dijalankan, mulai dari menggunakan masker hingga mencuci tangan agar bersih, itu semua akan tetap diberlekakukan kepada kita semua.

Terakhir, bagi seluruh elemen masyarakat jangan sampai terlena dengan adanya penerapan “New Normal” tersebut, jangan beranggapan bahwa kondisi sudah baik-baik saja sehingga melupakan protokoler kesehatan yang ada, kerumunan dimana-mana, keluar rumah dengan hal-hal yang tidak terlalu penting dan bahkan melupakan semua peraturan yang ada.

Jika sudah diterapkannya tatanan kehidupan yang baru atau “New Normal” kita semua jangan terpancing dengan keadaan sekitar, melihat orang kesana-kesini dengan bebas tanpa memperhatikan keamanan dan kesehatan, karena kita semua belum mengetahui apakah ini akan efektif atau bahkan bisa menambah korban baru yang lebih banyak, maka dari itu ketika “New Normal” sudah diterapkan sebaiknnya kita lihat dan amati terlebih dahulu perkembang yang ada minimal selama 2 minggu sejak diterapkannya aturan tersebut, sehingga kita akan mengetahui apakah hal tersebut berhasil atau bahkan semakin banyak korban, jangan sampai Indonesia gagal dalam penerapan “New Normal” seperti negera Korea Selatan, meraka saat ini kembali menerapkan Pembatasan Sosial Bersekala Besar (PSBB) yang sebelumnya sudah menerapkan “New Normal” namun tidak efektif. Indonesaia harus bangkit dan bisa melawan Pandemi ini bersama-sama, dengan kedisiplinan kita yang kuat dan kebijakan aturan yang tegas dari pemerintah, maka kita semua berharap Pandemi Virus Corona (COVID-19) ini akan cepat selesai dan tidak bertambah jumlah korban.

BACA JUGA :  Mewujudkan Kota Bekasi Layak Anak

Mari tetap patuhi protokoler kesehatan dan tentunya harus tetap prodiktif dalam menghadapi Pandemi di era tatanan kehidupan yang baru.

Penulis : Abdu Latip Mahmud
Ketua Umum Persatuan Mahasiswa Bekasi (PERMASI) Jakarta Raya

Komentar

Tinggalkan Balasan

News Feed