oleh

Kuasa Hukum Andy Salim: Ini Murni Persoalan Hukum

KOTA BEKASI, Beritapublik. co.id – Mangalaban Silaban selaku pengacara Andy Salim mengatakan bahwa persoalan aset gedung Golkar Kota Bekasi itu murni persoalan hukum.

Ia menerangkan, Persoalan hukum muncul karena adanya gugatan dari termohon. Oleh karena itu pihaknya meladeni gugatan tersebut dan lahirlah putusan dari pengadilan.

“Didalam putusan itu pihak Golkar mempunyai kewajiban kepada Pak Andy. Tertuang semua, jika tidak dipenuhi ada sangsinya. Sampai hari ini tidak pernah dilaksanakan dengan baik,” ujarnya kepada awak media di Bekasi, Kamis, (01/10).

Saat disinggung terkait eksekusi terhadap putusan tersebut, Pihaknya membenarkan bahwa sudah melakukan permohonan eksekusi terhadap putusan Nomer: 41/Pdt.G/2015/PN.Bks jo Nomer: 558/Pdt.Plw/2015/PN.Bks jo Nomer 59/PDT/2017/PT.BDG.

Ia menceritakan, awalnya pihaknya mengharapkan bahwa termohon mempunyai itikad baik menyerahkan secara sukarela, khususnya mentaati isi putusan. Namun, setelah empat tahun menunggu tampaknya termohon tidak mengindahkan isi dari putusan itu. Jadi, kata Silaban, Mau tidak mau secara hukum pihaknya harus menindaklanjuti agar ada penyelesaian walaupun memakan waktu yang cukup panjang.

“Apapun ceritanya harus kita laksanakan, hukum harus kita tegakan. Oleh karena itu setelah sekian lama kami menunggu, kami mengajukan permohonan eksekusi. Dan yang mau kami eksekusi itu ada dua, pertama gedung Golkar yang lama dan yang baru,” tuturnya.

Silaban mengklaim bahwa pihaknya sangat taat hukum dan mengikuti apa yang diperintahkan oleh hukum.

“Kalau dia (termohon-red) belum menerima putusannya bahwa sudah terjadi putusan perdamaian lalu dia masih banding dan melakukan perlawanan. Dan sekarang terakhir mengajukan gugatan baru dengan dasar perbuatan melawan hukum. Perbuatan melawan hukum yang mana dari pihak kita?,” tanyanya.

“Dia yang menjual, dia yang menerima uang, dia juga sekarang yang menggugat dan kemudia menyangkal,” sambung Silaban.

BACA JUGA :  Pemerintah Kota Bekasi Diminta Perhatikan Kebutuhan Tim Medis di Rumah Sakit Rujukan COVID-19

Lebih lanjut Silaban pun menanyakan terkait statmen termohon yang menyebut bahwa sudah clear.

“Jadi kalau selama ini ada statmen dia bahwa sudah clear, clear nya seperti apa?
Hanya sebatas memberikan janji-janji dan mengutus orang lain tapi tidak ada kata sepakat yang harus kita penuhi dan kita ingat bahwa ada salah satu bentuk penyelesaian.

Kalau memang clear kok malah mengajukan gugatan, Besok-besok mungkin mengajukan gugatan lagi. Terus apa? Mau dipermainkan hukum kita ini? Padahal itu sudah inkrah tinggal dilaksanakan,” bebernya.

Ditempat yang sama, Andy salim mengaku bahwa sebenarnya dirinya tidak ada kemauan untuk membawa persoalan ini keranah hukum. Namun, kata Andy, dia (termohon-red) sendiri yang memulai dan itu yang kita layani.

Andy menambahkan, 15 tahun sudah berjalan dan berlalu tidak pernah ada riuh-riuh ataupun ramai-ramai. Ini menjadi ramai ketika termohon mempermainkan hukum dan mempermainkan dirinya juga lewat gugatan baru pada bulan maret atau april 2020.

“Oleh karena itu membuat kami berkesimpulan bahwa ini orang tidak komitmen dan tidak mempunyai integritas,” tegasnya.

Saat disinggung terkait pembangunan gedung Golkar yang baru, Andy berpesan agar diselesaikan terlebih dahulu persoalan aset gedung Golkar yang lama.

“Karena tanah (yang akan dibangun-red) itu sudah kami blokir dan itupun masih merupakan obyek perkara dan itu masih dalam permohonan sita di pengadilan negeri. Tidak menutup kemungkinan kita akan gugat secara terpisah. Bahwa kami sudah dirugikan oleh mantan ketua DPD Golkar,” tuturnya.

Jadi sebaiknya, kata Andy, termohon menyelesaikan dulu semuanya.

“Sah-sah saja jika dia bangun gedung itu, tapi kalau ini di abaikan, jangan marah kalau itu akan terjadi proses hukum lagi dan akan memunculkan persoalan baru. Kalian semua bertanggungjawab jika ini ada masalah lagi di kemudian hari,” terangnya.

BACA JUGA :  Peringati Hari Ibu PT Nusa Kirana Group Usung Tema Wanita Inspiratif Bekasi 2019

Andy menegaskan bahwa tidak ada kaitan di undurnya Musda V Partai Golkar Kota Bekasi dengan dirinya.

“Tidak ada kaitannya dengan saya, saya hanya menuntut hak saya,” pungkasnya. (Nia/Nil)

Komentar

Tinggalkan Balasan

News Feed