oleh

Dewan Pembina BKMT Menuntut Presiden Prancis Minta Maaf

JAKARTA, Beritapublik.co.id – Ketua Dewan Pembina Pimpinan Pusat Badan Kontak Majelis Taklim (BKMT) Prof.Dr.H. Dailami Firdaus mengecam pernyataan Presiden Prancis Emmanuel Macron yang dinilai menghina umat Islam.

Ia meminta Presiden Prancis mencabut dan meminta maaf kepada seluruh umat muslim di dunia atas pernyataan yang telah disampaikannya beberapa waktu lalu.

“Pernyataan tersebut jelas suatu pernyataan yang terucap tanpa dasar sama sekali dan tidak benar. Itu sangat menyakiti hati seluruh muslim di dunia terutama umat muslim di tanah air,” tutur Dailami kepada beritapublik.co.id melalui keterangan tertulis yang diterima redaksi, Minggu (1/11).

Dailami yang juga menjabat sebagai Ketua Yayasan Universitas Islam As Syafi’iyah menyebut bahwa Islam adalah agama yang Rahmatan Lil Alamin, yang menyebarkan kedamaian dan memberikan kenyamanan untuk seluruh umat manusia dipenjuru dunia.

“Islam bukan seperti apa yang dipikirkan oleh mereka para pembenci Islam,” ujarnya.

Ia menilai bahwa pernyataan Presiden Prancis itu dapat menimbulkan ketidakharmonisan antar umat beragama di dunia.

Padahal, saat ini dunia memerlukan persatuan untuk menghadapi pandemi Covid-19. Disamping itu, toleransi antar umat beragama juga diperlukan untuk membangun dunia yang lebih baik.

Kebebasan berekspresi yang mencederai kehormatan, kesucian, serta kesakralan nilai-nilai dan simbol agama sama sekali tidak bisa dibenarkan dan harus dihentikan.

“Saya meminta dengan tegas agar Presiden Prancis, Emannuel Macron segera menarik dan meminta maaf atas pernyataan penghinaan terhadap Nabi Muhammad SAW dan menstigmasisasi Islam dalam opini yang negatif,” tegasnya.

Ia juga mengajak agar seluruh umat muslim di Indonesia umumnya dan seluruh anggota keluarga besar BKMT dimanapun berada untuk mengikuti seruan Majelis Ulama Indonesia (MUI) untuk memboikot produk-produk dari Prancis.

BACA JUGA :  Danon AQUA Peduli Bantu Warga Terdampak Banjir di Sukabumi

Selain itu, Ia juga mengimbau kepada umat muslim yang akan melakukan aksi agar mengedepankan akhlak dan adab.

“Saya berharap kepada seluruh umat muslim yang akan melakukan aksi dalam menyampaikan aksi untuk meminta pertanggung jawaban dari pernyataan yang terucap oleh presiden Prancis Emannuel Macron. Mari secara bersama-sama kita tetap mengedepankan aksi yang berakhlak dan beradab,“ pungkasnya. (Nia/Nil)

Komentar

Tinggalkan Balasan

News Feed