oleh

Polres Metro Bekasi Kota Amankan 11 Pelajar Aksi Tawuran

KOTA BEKASI, Beritapublik.co.id – Sat Reskrim Polres Metro Bekasi Kota mengamankan 11 remaja yang terlibat aksi tawuran di Jl. Terusan Underpass 2 kelurahan Duren Jaya, Bekasi Timur yang terjadi pada Senin 27 Mei 2024 sekitar pukul 17:38 Wib.

Dalam aksi tawuran antar pelajar dari SMK Karya Guna Bhakti 1 dan 2 dengan SMK Karya Guna 1 dan 2 itu menyebabkan satu pelajar mengalami luka serius di bagian kepala akibat sabetan senjata tajam.

Kasat Reskrim Polres Metro Bekasi Kota AKBP Muhamad Firdaus menjelaskan bahwa ke 11 pelajar yang diamankan polisi memiliki peran berbeda.

Polisi mengamankan pelajar berinisial SB (16) yang merupakan pelaku pembacokan kepada korban dan MA (16) pelaku yang menendang korban saat korban sudah terkapar.

“Anak sebagai pelaku SB ini mengayunkan sajam ke arah korban kemudian anak sebagai pelaku inisial MA perannya menendang perut korban sebanyak satu kali menggunakan kaki kanan sehingga korban terjatuh yang seperti yang video yang viral di media sosial korban tergeletak di jalan,” ungkap Kasat Reskrim AKBP Muhamad Firdaus kepada media pada Rabu (29/05).

Kedua pelaku yang diduga melakukan aksi pembacokan dan penendangan dikenakan Pasal 170 ayat 2 KUHP dengan ancaman hukuman 9 tahun penjara.

Korban mengalami luka bacok di bagian kepala sebelah kiri dengan kedalaman 10 cm dan lebar 3 cm dan tulang kepala mengalami retak saat ini masih dirawat di ICU Rumah sakit Umum Kota Bekasi.

Selain itu, polisi juga mengamankan pelaku tawuran lainnya dari dua sekolah yaitu inisial ZM (15), RS (15), BN (16), HH (17), MR (17), MG, (16) SBN (16), MI (16 dan RA (17).

Polisi juga menyita 5 senjata tajam yaitu 3 bilah celurit dan 2 bilah golok dari tangan para pelajar ini. Diduga senjata tajam tersebut yang digunakan untuk melakukan aksi tawuran.

BACA JUGA :  DPW PAN Gandeng 10 DPD Se- NTB Dukung Zulkifli Hasan Jadi Ketua Umum PAN

“Jadi terhadap kasus ini juga karena anak yang berhadapan hukum ini semuanya anak-anak di bawah umur Jadi kami juga menggunakan undang-undang nomor 11 tahun 2012 tentang sistem Peradilan Pidana Anak,” ungkapnya. (Ndi/RS)

Komentar

Tinggalkan Balasan

News Feed