TANGSEL, Beritapublik.co.id – Persatuan Mahasiswa Bekasi Jakarta Raya (Permasi) adakan audiensi dan diskusi dengan Direktur Utama Perseroda PITS Kota Tangerang Selatan, Ir. TB Hendra Suherman, Senin (29/12).
Saat diskusi Ketua Umum Permasi, Marhadi secara khusus menyoroti persoalan pelayanan air bersih di wilayah Dicipeucang Tangerang Selatan, yang hingga saat ini masih menghadapi berbagai permasalahan.
Ia menyampaikan bahwa masyarakat di kawasan tersebut belum sepenuhnya memperoleh akses air bersih yang layak, baik dari sisi kualitas maupun kontinuitas distribusi.
Menurutnya, persoalan pelayanan air bersih dicipeucang tidak dapat dipandang semata sebagai masalah teknis, tetapi juga berkaitan erat dengan kondisi sosial dan kelayakan lingkungan permukiman warga.
Ia menegaskan bahwa sebagai layanan dasar publik, air bersih seharusnya dapat diakses secara adil dan berkelanjutan oleh seluruh masyarakat.
Menanggapi hal tersebut, Direktur Utama Perseroda PITS Tangerang Selatan, TB Hendra Suherman, menjelaskan bahwa wilayah Dicipeucang memang masih menjadi salah satu kawasan prioritas yang memerlukan penanganan khusus.
Ia menyampaikan bahwa keterbatasan pelayanan air bersih di kawasan tersebut berkaitan dengan kondisi permukiman yang belum sepenuhnya didukung oleh infrastruktur yang memadai.
Lebih lanjut, TB Hendra Suherman menyatakan bahwa dalam jangka panjang, Perseroda PITS bersama Pemerintah Kota Tangerang Selatan di bawah kepemimpinan Wali Kota Drs. H. Benyamin Davnie telah menyiapkan langkah strategis.
Salah satu langkah tersebut adalah penataan kawasan permukiman serta pengalokasian penduduk yang tinggal di sekitar Dicipeucang ke wilayah hunian yang lebih layak, sehingga pelayanan air bersih dapat disediakan secara lebih optimal dan berkelanjutan.
Menurutnya, penataan permukiman merupakan bagian penting dari penyelesaian persoalan pelayanan air bersih, karena kualitas dan kontinuitas layanan sangat bergantung pada kondisi lingkungan dan infrastruktur pendukung.
Sinergi antara pemerintah daerah dan badan usaha milik daerah dinilai menjadi kunci dalam menjawab persoalan pelayanan air bersih yang bersifat teknis sekaligus sosial. (Ndi/Mf)










Komentar